bisnis

KJRI Jeddah berhasil cairkan gaji Rp 7,6 miliar milik 105 pekerja Indonesia

Selain gaji tidak dibayar, pekerja Indonesia di Arab Saudi juga menghadapi persoalan nilai upah tidak sesuai kontrak, masa kerja melebihi kontrak, dan tidak dipulangkan.

06 Agustus 2019 20:00

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, berhasil mendapatkan gaji sebesar 2.079.883 riyal Saudi atau sekitar Rp 7,6 miliar. Besaran gaji ini merupakan hak 105 pekerja Indonesia, kebanyakan menjadi asisten rumah tangga, tidak dibayar oleh majikan mereka.

Total gaji Rp 7,6 miliar itu berhasil dicairkan selama Januari-Juli tahun ini oleh Tim Pelayanan dan Pelindungan KJRI Jeddah. Masa tunggakan terlama adalah 15 tahun, seperti dilansir KJRI Jeddah dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyebutkan tunggakan upah menumpuk membuat pengguna jasa tenaga kerja Indonesia mencari cara supaya terhindar dari kewajiban membayar upah bulanan bagi pekerjanya.

"Ada yang menyuruh pembantunya cap jempol atau tanda tangan padahal pembantu tidak mengerti isinya," katanya. "Ada pula yang melaporkan pekerjanya kabur sehingga dia tidak perlu bayar gajinya setelah pekerjanya itu dideportasi."

Hery Saripudin menambahkan pengurusan gaji menjadi rumit di pengadilan dan kantor tenaga kerja ketika pekerja Indonesia menandatangani atau membubuhkan cap jempol pada lembaran dia sendiri tidak mengerti isinya. Ternyata terungkap kemudian kertas itu berisi pernyataan serah terima gaji.

Meski begitu, KJRI Jeddah mengapresiasi kecermatan dan kerjasama baik dari instansi berwenang di Arab Saudi, telah berupaya mengungkap fakta terkait permasalahan gaji walau harus melalui beberapa tahapan sidang berbelit-belit.

Permasalahan ini diamini oleh Konsul Tenaga Kerja Mochamad Yusuf. Selain gaji tidak dibayar, pekerja Indonesia di Arab Saudi juga menghadapi persoalan nilai upah tidak sesuai kontrak, masa kerja melebihi kontrak, dan tidak dipulangkan.

"Kalau bahasa lisan, mereka sudah paham. Tapi ketika harus menandatangani sesuatu atau membubuhkan cap jempol atas permintaan majikan, dia tidak tahu itu isinya apa," ujarnya. "Ini membuat proses persidangan di pengadilan dan kantor tenaga kerja jadi berbelit-belit."

KJRI Jeddah memberlakukan prosedur wawancara dengan pemohon pelayanan di ruang khusus, tanpa kehadiran atau pendampingan pengguna jasa atau pihak mewakilinya.

Setelah pengiriman tenaga kerja non-terampil dihentikan, sopir rumahan dan asisten rumah tangga, permasalahan masih saja bermunculan. Tidak sedikit perempuan Indonesia direkrut perusahaan untuk bekerja sebagai tenaga kebersihan di kantor-kantor dan instansi di Arab Saudi, tapi kemudian disalurkan ke sektor rumah tangga.

Sebagian mereka diberangkatkan dengan visa ziarah (kunjungan) tapi diberikan iqamah (kartu izin menetap dan bekerja). Tidak betah karena merasa tertekan dengan beban pekerjaan dan besaran upah tidak sesuai kesepakatan, mereka memilih kabur ke KJRI.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman didampingi Chairman Saudi Aramco yasir ar-Rumayyan dan CEO Aramco Amin Nasir dalam jupa pers di Kota Jeddah, 17 September 2019. (Saudi Gazette)

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman. (Saudi Gazette)

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco siap laksanakan IPO dalam dua tahap

IPO Aramco tahap pertama di Tadawul akan dilakukan tahun ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF sarankan Arab Saudi naikkan VAT jadi 10 persen

IMF memperkirakan defisit anggaran Saudi tahun ini bakal meningkat menjadi 6,5 persen dari produk domestik bruto dari 5,9 persen tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Produksi minyak Saudi kembali normal akhir bulan ini

Pangeran Abdul Aziz mengatakan produksi minyak rata-rata Saudi pada bulan ini dan bulan depan sebesar 9,89 juta barel tiap hari.

18 September 2019

TERSOHOR