bisnis

Produksi 5,7 juta barel minyak Saudi dihentikan setelah dua fasilitas Aramco diserang

Serbuan pesawat nirawak itu juga menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari.

15 September 2019 05:57

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman hari ini bilang produksi 5,7 juta barel minyak per hari sementara dihentikan setelah dua fasilitas kepunyaan Saudi Aramco diserang kemarin, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Penghentian produksi itu setara dengan setengah dari total produksi minyak Aramco saban hari.

Pangeran Abdul Aziz menjelaskan untuk menutupi hal itu, pasokan minyak bakal diambil dari cadangan simpanan minyak Aramco.

Dia membenarkan serbuan pesawat nirawak ini juga telah menghentikan produksi dua miliar kaki kubik gas per hari. Namun dia menekankan penghentian sementaran ini tidak mengganggu pasokan minyak dan gas untuk kebutuhan dalam negeri.

Milisi Al-Hutiyun di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan pesawat nirawak terhadap fasilitas pemrosesan minyak di Abqaiq dan ladang minyak terbesar kedua Arab Saudi di Khurais.

 

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Mulai April, Aramco akan naikkan produksi minyak menjadi 12,3 juta barel sehari

Suplai 12,3 juta barel minyak itu lebih tinggi 300 ribu barel dari kapasitas maksimum Aramco, yakni 12 juta barel saban hari.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Saham Aramco dibuka seharga 37 riyal di perdagangan hari ketiga

Aramco sudah menetapkan basis pembagian dividen tahun depan sebesar US$ 75 miliar dan sembilan pertama di tahun ini telah meraup laba US$ 68 miliar.





comments powered by Disqus