bisnis

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.

04 November 2019 08:27

Arab Saudi akan memberlakukan pajak bandar udara untuk penerbangan domestik mulai 1 Januari 2020.

GACA (Otoritas penerbangan Sipil Saudi) mengungkapkan tujuan penerapan pajak bandar udara itu untuk mengumpulkan dana bagi proyek pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan terhadap penumpang.

Pajak itu besarannya 21 riyal (Rp 78.340) untuk penerbangan sekali jalan, terdiri dari 10 riyal buat bandar udara keberangkatan, 10 riyal untuk bandar udara kedatangan, dan satu riyal buat pajak pertambahan nilai.

Pajak bandar udara itu bertambah dua kali lipat menjadi 42 riyal buat penerbangan pulang pergi. Bagi penumpang membeli tiket penerbangan domestik di terminal keberangakatn internasional dikenakan pajak bandar udara sebesar 87 riyal.

Pajak bandar udara akan dimasukkan di dalam tiket penerbangan. Besarannya akan dievaluasi saban tiga tahun berdasarkan angka inflasi. Alhasiul, bisa naik atau turun.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi proyeksikan defisit Rp 699 triliun pada 2020

"Privatisasi adalah prioritas utama pemerintah," ujar Muhammad al-Jadaan.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Banjir peminat, nilai tawaran atas saham Aramco sudah capai angka Rp 624 triliun

IPO Aramco akan dilakukan pada 11 Desember di Bursa Saham Saudi (Tadawul).

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

3,7 juta orang berkomitmen beli 1,02 miliar saham Aramco

IPO ini akan melepaskan 1,5 persen saham Aramco di Bursa Saham Saudi (Tadawul) bulan depan. Dari jumlah itu, 0,5 persen bagi investor ritel dan sisanya buat investor institusional. 

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Saudi paksa para konglomerat berinvestasi di Aramco

Aramco akan melepas hingga tiga miliar lembar saham (1,5 persen dari total saham) dan diperkirakan dapat meraup dana segar US$ 25,9 miliar. 





comments powered by Disqus