bisnis

Kuwait Petroleum batalkan banyak tender dan kontrak

Proyek energi surya Dabdada senilai Rp 26,7 triliun baru-baru ini juga dibatalkan.

20 Juli 2020 20:10

Kuwait Petroleum Corporation (KPC), badan usaha milik negara (BUMN) Kuwait, tahun ini membatalkan banyak tender dan kontrak gegara menurunnya permintaan akan minyak akibat pandemi virus corona Covid-19, seperti dilansir surat kabar Arab Times Sabtu pekan lalu.

Kebijakan ini menyebabkan banyak ekspatriat bekerja secara permanen dan kontrak diberhentikan.

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada koran terbitan Kuwait itu, the Kuwait Oil Company merupakan anak usaha dari KPC, akan membatalkan proyek pembangunan Kota Ahmadi dan jaringan pipa ke sumur-sumur minyak.

Arab Times melaporkan proyek energi surya Dabdada senilai 551 juta dinar (kini setara Rp 26,7 triliun) baru-baru ini juga dibatalkan.

The Petrochemical Industries Companym anak usaha lainnya dari KPC, juga bakal membatalkan beragam kontrak termasuk pertemuan tahunan para pemimpin di industri minyak.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Menteri Perminyakan Kuwait Bakhit arRasyidi. (Supplied)

Menteri perminyakan Kuwait mundur

Dalam 20 tahun terakhir, Kuwait sudah memiliki 15 menteri perminyakan.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Fasilitas milik Kuwait Petroleum Corporation. (Arabian Business)

Kuwait Petroleum akan gelontorkan US$ 500 miliar untuk naikkan kapasitas produksi

Produksi minyak mentah Kuwait saat ini sekitar 3,15 juta barel sehari.





comments powered by Disqus