bisnis

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

09 Agustus 2020 22:09

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi, mencatat penurunan laba 73,4 persen di kuartal kedua tahun ini.

Melalui keterangan tertulis dilansir hari ini, CEO Aramco Amin Nasir menjelaskan perusahaannya meraup keuntungan US$ 6,6 miliar di kuartal kedua dan US$ 23,2 miliar buat paruh pertama tahun ini. Sedangkan untuk periode serupa tahun lalu, Aramco meraih laba US$ 24,7 miliar di kuartal kedua dan US$ 46,9 miliar di semester pertama.

"Melorotnya permintaan dan anjloknya harga minyak tergambar dari hasil di kuartal kedua (tahun ini)," kata Nasir.

Pandemi virus corona Covid-19 memang telah menyebabkan permintaan minyak secara global menukik. Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan di level US$ 44,40 per barel.

Saham Aramco naik tipis 0,3 persen menjadi 33,05 riyal tiap le,bar di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Nasir bilang arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama. Di periode serupa tahun lalu, arus kas bebas pada kuartal kedua sebanyak US$ 20,6 miliar dan US$ 38 miliar di paruh pertama.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.





comments powered by Disqus