bisnis

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.

11 Agustus 2020 13:15

Proyek pembangunan hotel tertinggi sejagat, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, sudah berjalan. Prosesnya sedang mengerjakan fondasi dan direncanakan ramoung pada 3 September.

Pembangunan fondasi Hotel Ciel ini akan menghabiskan lebih dari 11.800 meter kubik beton dan tiga ribu lebih ton baja.

The First Group adalah pengembang dari bangunan setinggi 82 lantai itu dan China Railway Construction Corporation menjadi kontraktornya.

"Hotel Ciel adalah proyek ke-18 the First Group di Dubai dan merupakan proyek terbesar dan paling rumit pernah kami kerjakan sampai saat ini," kata CEO the First Group Rob Burns.

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.

Dubai sudah mempunyai hotel ikonik bernama Burj al-Arab. Bangunan setinggi 321 meter ini terdiri dari 56 lantai dan 202 kamar. Saking mewahnya, Burj al-Arab, diresmikan pada Desember 1999, dijuluki satu-satunya hotel bintang tujuh di dunia.

Selain itu, terdapat bangunan terjangkung sejagat di Dubai bernama Burj Khalifah. Gedung setinggi 828 meter ini mulai beroperasi pada 4 Januari 2010 setelah dibangun sejak 6 Januari 2004.

Muhammad Alabbar, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Gulf News)

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.





comments powered by Disqus