bisnis

Israel beli puluhan ton peralatan medis buat tangani Covid-19 dari Cina

Sejak 1 Maret, Cina telah mengekspor 3,86 miliar masker, 37,5 juta pakaian APD, 16 ribu ventilator, dan 2,84 juta alat tes Covid-19 ke lebih dari 50 negara.

07 April 2020 20:29

Israel memborong puluhan ton peralatan medis untuk menangani waban virus corona Covid-19 dari Cina. Untuk mengangkut jutaan alat medis itu, Kementerian Pertahanan Israel mengirim sebelas pesawat kargo milik maskapai pemerintah, El Al.

Tiga pesawat El Al mengangkut peralatan medis dari negara Tirai Bambu itu mendarat di Bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota tel Aviv, Israel, kemarin. Pesawat pertama membawa 20 ton muatan, termasuk 900 ribu masker bedah, setengah juta pakaian alat perlindungan diri (APD).

APD tambahan akan datang dalam beberapa hari mendatang bareng sejumlah ventilator.

Kementerian Pertahanan Israel bilang dua pesawat El Al akan terbang ke Cina saban hari hingga akhir pekan ini. Negara Zionis ini berupaya keras mendapatkan sebanyak mungkin peralatan dibutuhkan tenaga medis buat merawat pasien Covid-19 dan mencegah penyebaran virus itu.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Israel bilang Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dan kemengterian terkait berhasil membeli 27 ventilator dari negara lain.

Media berbahasa Ibrani melaporkan Mossad telah berhasil memperoleh 25 ribu masker N95, 20 ribu alat tes Covid-19, sepuluh juta masker bedah, dan 700 masker buat dipakai petugas ambulans pertama kali mengecek apakah seseorang terinfeksi Covid-19 dari sejunmlah negara tidak disebutkan. 

Sampai hari ini, Kementerian Kesehatan Israel menyebutkan Covid-19 telah menginfeksi lebih dari sembilan ribu orang, termasuk 60 mengembuskan napas terakhir.

Menurut Jin Hai, pejabat Bea Cukai Cina, sejak 1 Maret, negaranya telah mengekspor 3,86 miliar masker, 37,5 juta pakaian APD, 16 ribu ventilator, dan 2,84 juta alat tes Covid-19 ke lebih dari 50 negara. Semua ekspor peralatan medis buat menangani virus itu senilai 10,2 miliar yuan (kini setara Rp 23,3 triliun).

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi buka penerbangan internasional setelah 1 Januari 2021

Warga negara Arab Teluk dan non-Saudi mulai besok memasuki negara Kabah itu dengan syarat memiliki visa kerja, tinggal, atau kunjungan valid.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.





comments powered by Disqus