bisnis

Pendapatan Arab Saudi dari minyak bisa anjlok Rp 607 triliun

Sehingga pendapatan Saudi dari emas hitam itu akan menjadi Rp 1.432,4 triliun melorot dari prediksi sebelum terjadi pandemi Covid-19, yakni Rp 2.040,8 triliun.

15 April 2020 19:27

Dalam sebuah laporannya, Bank Al Rajhi Capital memperkirakan pendapatan pemerintah Arab Saudi dari minyak bisa anjlok 145 miliar riyal (kini setara Rp 607,4 triliun) gegara pandemi virus corona Covid-19.

Sehingga pendapatan Saudi dari emas hitam itu akan menjadi 342 miliar riyal (Rp 1.432,4 triliun) melorot dari prediksi sebelum terjadi pandemi Covid-19, yakni 487 miliar riyal (Rp 2.040,8 triliun). 

Al Rajhi Capital memproyeksikan harga minyak global tahun ini di kisaran US$ 40 sebarel. 

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dipimpin Arab Saudi dan produsen non-OPEC dikomandoi Rusia Ahad lalu sepakat buat mengurangi produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari selama 1 Mei hingga 30  Juni 2020. 

Kedua pihak menyetujui pemotongan produksi minyak 7,7 juta barel saban hari mulai 1 Juli 2020 sampai 31 Desember 2020. Kesepakatan berlanjut dengan pengurangan produksi 5,8 juta barel sehari mulai 1 Januari 2021 hingga 30 April 2022. 

 

 

 

 

 

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan bilateral di Singapura, 20 Februari 2017. (Facebook/Lee Hsien Loong)

Prihatin atas krisis ekonomi akibat Covid-19, presiden Israel minta gajinya dipotong 10 persen

Pemerintah Israel kemarin memutuskan memotong gaji semua anggota kabinet, termasuk perdana menteri, dan seluruh anggota Knesset.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi buka penerbangan internasional setelah 1 Januari 2021

Warga negara Arab Teluk dan non-Saudi mulai besok memasuki negara Kabah itu dengan syarat memiliki visa kerja, tinggal, atau kunjungan valid.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Empat ribu warga Kuwait tidak bergaji mendaftar buat dapat bantuan fulus

Sebagian besar dari 1,4 juta warga Kuwait bekerja sebagai pegawai negeri. Hanya sepuluh persen menjadi karyawan swasta.





comments powered by Disqus