bisnis

Kabinet Arab Saudi setuju libatkan perusahaan Israel dalam proyek Neom

Check Point merupakan perusahaan teknologi informasi mutakhir berkantor pusat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

09 Juni 2020 08:49

Kabinet Arab Saudi menyetujui untuk melibatkan perusahaan asal Israel, Check Point, dalam proyek kota raksasa nan mutakhir Neom, seperti dilansir Arabia Now, situs pengumpul berita terkait Arab Saudi dikelola oleh Kedutaan Besar Saudi di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat.

Ini kali pertama negara Kabah ini secara terbuka mengakui ada kerjasama dengan negara Zionis itu.

Check Point merupakan perusahaan teknologi informasi mutakhir berkantor pusat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Perusahaan dibuat oleh tiga orang - Gil Shwed, Marius Nacht, dan Shlomo Kramer - ini bergerak di bidang perangkat keras dan lunak untuk kebutuhan keamanan teknologi informasi, termasuk keamanan jaringan, keamanan data, dan manajemen keamanan.

Check Point, dibangun pada 1993, memiliki 70 kantor di beragama kota di dunia, termasuk Singapura.

Neom adalah proyek ambisius Bin Salman untuk mewujudkan kota impian. Selain sebsgai tempat tinggal, Neom memiliki areal untuk pusat industri dan resor serta hiburan terbesar di dunia. Dalam iklannya, Neom akan dilengkapi bulan buatan dan taksi terbang nirawak.

Namun proyek Neom mendapat sorotan internasional setelah seorang warga dari Suku Huwaitat dibunuh lantaran menolak rumahnya digusur buat lokasi pembangunan Neom.

Sila baca: Arab Saudi bunuh warganya karena tolak proyek kota impian Bin Salman

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Saudi menjalin hubungan mesra dengan Israel. Menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, Bin Salman pada September 2017 memimpin sebuah delegasi resmi berkunjung ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sila baca:

Israel pasok informasi intelijen kepada Arab Saudi soal Iran dan kelompok Islam radikal

Lirik Kabah gamit Bintang Daud

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Arab Saudi dan Bahrain izinkan semua penerbangan dari Israel ke timur melintasi wilayah mereka

Semua maskapai Saudi juga boleh melintasi wilayah udara Israel, sehingga dapat mempersingkat waktu penerbangan mereka ke Eropa.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bintang Daud dalam dekapan Bin Salman

Bin Salman sudah dua kali bertemu Netanyahu.

Pesawat Etihad Airways di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan wilayah udaranya dilewati penerbangan UEA-Israel

UEA dan Israel juga sedang membahas rencana pembukaan kedutaan besar masing-masing negara dalam waktu cepat.

Bakal lokasi pembangunan kota raksasa Neom senilai lebih dari US$ 500 miliar di wilayah barat Arab Saudi. (Neom)

Kilau Neom petaka Huwaitat

Paling sedikit akan ada 20 ribu orang dari suku Huwaitat bakal terusir dari kampung halaman mereka tanpa ada informasi di mana mereka bakal diberi lahan pengganti.





comments powered by Disqus