bisnis

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

16 Juni 2020 21:23

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi, telah membeli 70 persen saham Saudi Basic Industries Corporation (SABIC) seharga 259 miliar riyal (kini setara Rp 976,9 triliun).

Seperti diumumkan sebelumnya, harga per lembar saham SABIC adalah 123 riyal (Rp 464 ribu).

"Penyelesaian kesepakatan pembelian sedang dikerjakan dengan perkiraan rampung sebelum berakhirnya kuartal kedua (tahun ini)," kata Aramco kepada Al-Arabiya melalui keterangan tertulis Ahad lalu. Aramco akan mengumumkan pembelian 70 persen saham SABIC itu kalau proses administrasi sudah selesai.

SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia. Perusahaan berlokasi di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, ini menempati peringkat ke-98 dalam daftar 500 perusahaan terbesar global dilansir majalah Forbes pada 2014, dengan pendapatan US$ 50,4 miliar, laba US$ 6,7 miliar, dan aset senilai US$ 90,4 miliar.

Dalam situs resminya, SABIC mengklaim sebagai produsen ethylene glycol terbesar kedua sejagat, penghasil polyethyloene terbesar ketiga di dunia, serta produsen terbesar keempat secara global untuk polyolefins dan polypropylene.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.





comments powered by Disqus