bisnis

Kuwait alami defisit Rp 518 triliun

Kuwait proyeksikan defisit melonjak menjadi Rp 581,2 triliun buat tahun anggaran 2021-2022.

08 Agustus 2021 16:29

Kementerian Keuangan Kuwait kemarin mengumumkan negara Arab Teluk ini mengalami defisit sebesar 10,8 miliar dinar Kuwait (kini setara Rp 518,8 ttiliun) untuk tahun anggaran 2020-2021 berakhir 31 Maret lalu. 

Besaran defisit itu meningkat 174,8 persen ketimbang tahun anggaran 2019-2020. 

Parlemen Kuwait Juni lalu mengesahkan anggaran belanja disampaikan pemerintah Januari tahun ini. Buat tahun anggaran 2021-2022 ini, pemerintah memproyeksikan defisit kembali melonjak ke angka 12,1 dinar (Rp 581,2 triliun).

Menteri Keuangan Kuwait Khalifah Hamada sebelumnya bilang lonjakan harga minyak mentah global, sekarang ini di kisaran US$ 70 per barel, belum mampu menutup defisit. Kuwait memerlukan harga emas hitam itu sekitar US$ 90 tiap barel agar tidak defisit. 

 

 

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait perintahkan semua lembaga pemerintah kurangi belanja setidaknya 10 persen

Kuwait mengalami defisit 10,8 miliar dinar (kini setara Rp 511,5 triliun untuk tahun anggaran 2020-2021 berakhir 31 Maret lalu.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.





comments powered by Disqus