bisnis

Konglomerat UEA menyumbang bagi ribuan keluarga miskin di Israel sejak 2018

Muhammad Alabbar bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu. Mereka telah berdonasi sebesar Rp 2,4 triliun sejak proyek itu dimulai pada 2003.

09 Agustus 2021 18:01

Konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Muhammad Alabbar, rupanya sudah menyumbang fulus jutaan shekel bagi keluarga miskin di Israel, sejak tiga tahun lalu. Dia bergabung dengan empat pengusaha dari negara Zionis itu dalam program ketahanan pangan, seperti dilansir situs berita Calcalist.

Keterlibatan Alabbar - pemilik perusahaan konstruksi konstruksi terbesar di UEA, Emaar Properties, telah membangun gedung terjangkung sejagat Burj Khalifah - terungkap dalam konferensi bertajuk Inisiatif Keamanan Pangan Nasional berlangsung pekan lalu di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Program bantuan pangan bagi keluarga miskin di Israel itu dibentuk pertama kali pada 2003 oleh pengusaha bernama Moti Ben Moshe, pemilik Extra Hokding Groups di Eropa dan Blue Square di Israel. Dia memulai proyek bantuan pangan ini untuk 2.500 keluarga miskin di neara Bintang Daud itu.

"Saya telah sukses dalam kehidupan dan saya kira tentu baik untuk menyumbang dan memberi," kata Ben Moshe.

Tiga tahun kemudian, pebisnis Len Belvatnik, pemilik the Access Industries Group, Warner Music, dan Clal Industries, ikutan bergabung. Alhasil, keduanya mampu membantu kebutuhan pangan bagi lima ribu keluarga miskin di Israel.

Jumlah pendonor bertambah menjadi empat dengan masuknya pengusaha Yitzhak Mirilshvili dan pemilik Yayasan Persahabatan. Namun paling mengejutkan, pada 2018 Muhammad Alabbar ikut bergabung atau dua tahun sebelum UEA dan israel sepakat membina hubungan diplomatik.

Kelima pendonor itu sudah menyumbang 550 juta shekel (kini setara Rp 2,4 triliun) selama 18 tahun program bantuan pangan bagi keluarga miskin Israel itu berlangsung. Sejak Alabbar bergabung, proyek amal ini bisa membantu sebelas ribu keluarga miskin di Israel.

Sebuah tangki minyak berada di atas kapal tanker sedang bersandar di Pelabuhan Jabal Ali, Dubai, Uni Emirat Arab, meledak pada 7 Juli 2021. (Telegram)

Tangki minyak meledak di pelabuhan Dubai

Penyebab ledakan belum diketahui.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pantai Umm Suqaim di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (timeoutdubai.com)

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.





comments powered by Disqus