bisnis

Libanon terancam kehabisan pasokan listrik dalam sepekan mendatang

Kelangkaan BBM menyebabkan pemadaman listrik di seantero Libanon dapat mencapai 23 jam tiap hari. Sebagian besar rakyat mengandalkan generator pribadi mahal harganya.

23 September 2021 22:46

Perusahaan listrik negara, Electricite du Liban (EDL), hari bilang Libanon terancam kehabisan pasokan listrik paling lambat akhir bulan ini jika stok bahan bakar minyak (BBM) habis.

Melalui keterangan tertulis, EDL menjelaskan mereka hanya mampu menghasilkan listrik sebanyak 500 megawatt dari bahan bakar HFO (Heavy Fuel Oil) dibeli dari Irak dengan sistem barter.

Irak Juli lalu menandatangani kerjasama untuk menyuplai satu juta ton HFO saban tahun, dibayar oleh Libanon menggunakan barang dan jasa lantaran negara ini kekurangan devisa.

EDL menyebutkan cadangan BBM kelas A dan B sudah sangat kritis dan beberapa pembangkit listrik telah berhenti beroperasi karena kehabisan BBM. "Listrik secara nasional pernah padam tujuh kali dan kalau keadaan ini berlanjut, seluruh wilayah Libanon bisa gelap gulita paling lambat akhir September (bulan ini)."

Kelangkaan BBM menyebabkan pemadaman listrik di seantero Libanon dapat mencapai 23 jam tiap hari. Sebagian besar rakyat mengandalkan generator pribadi mahal harganya.

Libanon kemarin menaikkan kembali harga BBM, kedua kali dalam sepekan. Untuk mengisi setengah tangki BBM ukuran sedang saja, warga Libanon harus membayar nyaris gaji minimum sebulan, yakni 675 ribu pound (US$ 43 di pasar gelap). Padahal saat ini 80 persen rakyat Libanon hidup di bawah garis kemiskinan.

Dr. Nirit Ofir, Direktur Jenderal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Israel-GCC. (Screenshot Zoom/Albalad.co)

Hubungan bisnis Saudi-Israel sudah berlangsung selama dua dasawarsa

UEA bisa menjadi jembatan bagi hubungan Israel dengan Saudi dan Indonesia.

Seorang anggota Hizbullah membawa RPG dalam baku tembak di Ibu Kota Beirut, Libanon, 14 Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Karena alasan keamanan, Saudi imbau warganya untuk tidak kunjungi Libanon

Sebanyak tujuh orang terbunuh dalam baku tembak di Beirut, Kamis pekan lalu. 

Yordania menandatangani perjanjian pembelian air tambahan dari Israel sebanyak 50 juta meter kubik pada 12 Oktober 2021 di Ibu Kota Amman, Yordania. (Rafi Ben Hakun/GPO)

Yordania beli tambahan air sebanyak 50 juta meter kubik dari Israel

Sesuai kesepakatan, Israel tahun ini akan memasok seratus juta meter kubik air ke Yordania seharga US$ 65 sen per meter kubik.





comments powered by Disqus