buku

Mengetuk Bab al-Aziziyah

Luas Bab al-Aziziyah sekitar sepuluh kilometer persegi. Dikelilingi oleh tembok setinggi sepuluh meter dan memiliki tiga gerbang dengan penjagaan sangat ketat.

24 Oktober 2015 16:22

Boleh jadi inilah foto paling ingin diinjak, diludahi, dan disobek-sobek oleh rakyat Libya saat ini. Setidaknya itu terlihat sekitar 50 meter di depan gerbang Bab al-Aziziyah, bekas kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi. Foto itu bergambar Qaddafi dengan setelan jas dan dasi.

Saat saya ke sana, Rabu siang, 7 September 2011, foto setengah badan Qaddafi berukuran poster itu digeletakkan di tengah jalan. Kedua sisi jalan diblokade dengan beton sehingga hanya cukup untuk satu mobil ingin keluar dari kawasan Bab al-Aziziyah. Tiap mobil melintas pasti akan melindas foto sudah bercampur debu itu, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, November 2011).

"Miah-miah," kata seorang penjaga saat taksi saya tumpangi melindas foto pemimpin sudah berkuasa di Libya selama 42 tahun itu. Dia mengangkat kedua jempolnya seraya menjawab salam saya ucapkan. Di tempat itu tampak tiga warga sipil bersenjata berjaga-jaga.

Kegembiraan terhadap hancurnya rezim Qaddafi, 69 tahun, sangat terasa di Bab al-Aziziyah. Di seantero Ibu Kota Tripoli juga tergambar demikian. Bendera tiga warna (merah, hitam, dan hijau dengan bulan sabit dan bintang di bagian tengah) tersebar di mana-mana. Di mobil, dinding toko, rumah, kantor, dan sebagainya.

Hingga kini Qaddafi dan anak-anaknya belum menyatakan mundur. Namun pasukannya terpojok di Bani Walid dan Sirte. Bahkan dia bersumpah akan bertempur sampai mati. Saiful Islam al-Qaddafi menyatakan tekadnya merebut kembali Tripoli dari tangan pemberontak. Sampai sekarang keberadaan dan nasib Qaddafi tidak diketahui. Pihak pemberontak meyakini dia berada di Sirte.

Hanya istri kedua, Safiyah, bersama anak-anak mereka – Muhammad, Hannibal, dan Aisyah – sudah dipastikan berlindung di Aljazair. Bahkan satu-satunya anak perempuan Qaddafi itu melahirkan seorang bayi perempuan di negara itu.

Menurut seorang warga Tripoli bernama Saleh, 32 tahun, dulu tidak sembarang rakyat Libya bisa mendekati, apalagi masuk ke dalam Bab al-Aziziyah. "Siapa saja berhenti di dekat tembok kompleks Bab al-Aziziyah pasti akan ditembak," kata pengantin baru menikah tiga bulan lalu ini.

Luas Bab al-Aziziyah sekitar sepuluh kilometer persegi. Dikelilingi oleh tembok setinggi sepuluh meter dan memiliki tiga gerbang dengan penjagaan sangat ketat.

Tapi itu sudah lewat. Siapa saja sekarang bisa memasuki Bab al-Aziziyah, bahkan tanpa mengetuk gerbang lebih dulu. Kini pintu masuk juga tidak ada. Hanya dijaga beberapa orang. Para pemberontak dengan senjata di tangan juga berkeliling kompleks untuk memantau situasi. "Tiap hari banyak orang datang ke sini, seperti tempat wisata saja," ujar Saleh.

Ribuan orang tampak berkeliling kompleks. Mobil-mobil terparkir di lapangan luas ada di tengah Bab al-Aziziyah. Tempat paling favorit bagi pengunjung adalah kantor, rumah Qaddafi sebelumnya, dan rumah terbaru. Rakyat Libya dari pelbagai kota datang untuk menumpahkan kegembiraan sekaligus kekesalan mereka terhadap Qaddafi dan keluarganya. Di tanah lapang itu tumbuh pohon-pohon kurma dengan buah masih setengah matang.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Libya hurrah," teriak sejumlah pelawat dari dalam ruang tamu kediaman Qaddafi dibom Amerika Serikat pada 1986. Empat rudal masih tampak di sana dan dibiarkan saja. Sejak peristiwa itu, rumah ini tidak digunakan lagi. Qaddafi bersama keluarganya pindah ke rumah baru berjarak sekitar setengah kilometer, juga masih dalam kompleks Bab al-Aziziyah. "Saya sekarang tiba di sini," teriak seorang pengunjung lainnya.

Rumah lama tempat masa kecil delapan anak Qaddafi itu praktis tidak dipakai lagi. Menyusuri sepuluh anak tangga, kita akan menemui ruang pertemuan dan kamar kerja Qaddafi di lantai dua. Untuk sampai ke semua kamar tidur di lantai tiga harus menapaki 25 anak tangga berada di sebelah kanan tangga ke lantai dua. Karpet berwarna merah masih melapisi tangga ke lantai tiga.

Di sanalah terdapat kamar tidur Hana (putri angkat Qaddafi) dan Aisyah hancur dibom. Juga kamar tidur Muhammad, Saiful Islam, Hannibal, Khamis, Saiful Arab, Al-Mutasim, dan As-Saadi Qaddafi. Kamar tidur dua istri Qaddafi bersebelahan, satu untuk Fatihah (istri pertama) dan sisanya buat Safiyah (istri muda). Dari Fatihah, Qaddafi hanya dikaruniai Muhammad, sisanya lahir dari rahim Safiyah.

Qaddafi mengklaim Hana terbunuh dalam serangan itu, tapi rakyat Libya percaya dia masih hidup. Wartawan the Irish Times dan the New York Times menemukan bukti lengkap dengan foto di Bab al-Aziziyah bahwa Hana masih hidup. Dia sekarang bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Tripoli. Berdasarkan paspornya, dia kelahiran 11 November 1985. Jadi saat serbuan itu berlangsung, dia masih berumur lima bulan.

Namun seorang pejabat Libya kepada the Daily Telegraph mengungkapkan Qaddafi mengangkat satu anak perempuan lagi. Anak itu diberi nama sama sebagai penghormatan terhadap Hana yang tewas.

Di atas ranjang Qaddafi berwarna biru tertulis coretan berbunyi, "Di sinilah Si Anjing (Muammar al- Qaddafi) tidur. Kamar mandinya dilengkapi Jacuzzi, bak untuk berendam, dan pancuran. "Dia hidup mewah, sedangkan kami rakyat Libya susah," ujar Ahmad, datang bersama istri dan dua anaknya dari Misrata, kota terbesar ketiga dapat ditempuh tiga jam dengan mobil dari Tripoli.

Rumah itu kini berantakan. Puing-puing berserakan, pecahan kaca berhamburan, dan tulisan memenuhi sekeliling dinding dalam dan luar rumah. Tembok-tembok menghitam karena dilalap api. Di atas teras lantai tiga, boneka Qaddafi digantung. Tiap orang dibebaskan menggebuki boneka itu. Orang-orang dengan bersemangat mengabadikan gambar orang sedang memukuli Qaddafi dengan sebatang besi sepanjang lima meter.

Rumah baru dengan taman rimbun juga bernasib serupa. Bahkan bau bekas kebakaran masih menyengat hidung. Sejumlah orang masih mengais-ngais dari tumpukan kertas dan dokumen. Mereka berharap menemukan sesuatu berguna atau berharga. Rumah ini juga dilengkapi sebuah kolam renang.

Di dua rumah Qaddafi itu, tiap kamar tidur berukuran sekitar 6x6 meter persegi. Masing-masing dilengkapi kamar mandi mempunyai bak untuk berendam dan pancuran. Sangat sulit untuk menghitung jumlah ruangan karena begitu banyak. Dua tempat tinggal itu masing-masing memiliki sebuah ruang pendingin daging.

Bangunan kantor Qaddafi menyerupai kubah dan terdiri dari tiga lantai. Selain tangga juga ada lift. Kantor ini juga dilengkapi ruang bawah tanah. Dua buntelan besar bekas tenda mewah Qaddafi tampak teronggok di depan pintu masuk kantor. Di samping kantor terdapat ruang pertemuan amat luas berukuran sekitar 50x50 meter persegi.

Bab al-Aziziyah juga memiliki sarana olah raga dan rumah sakit khusus dengan sarana lengkap serta modern bagi keluarga Qaddafi dan para pengawal mereka.

Pasukan pribadi keluarga Qaddafi ini juga diberi rumah di dalam Bab al-Aziziyah. Saking luasnya kompleks kediaman Qaddafi itu, sulit untuk mengelilinginya dalam sehari. "Mungkin perlu 3-4 hari," kata Saleh.

Bab al-Aziziyah tidak lagi angker seperti saat Qaddafi masih tinggal di sana. Kini tiap orang bisa masuk tanpa perlu mengetuk pintu. Ahlan wa sahlan fii Bab al-Aziziyah.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Makan malam dengan daging bayi unta

Saya sangat mengetahui beberapa pangeran Saudi terlibat pembunuhan tapi tidak dipancung. Jadi Saudi sudah bertindak tidak adil.

26 Oktober 2019
Berburu tikus gurun
05 Oktober 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR