buku

Melongok bunker putra Qaddafi

Beredar selentingan Al-Mutasim adalah seorang gay. Isu ini muncul setelah kematian Ibnu asy-Syekh al-Libi, diyakini sebagai pasangan homo seksualnya.

07 November 2015 06:16

Di kawasan Bin Asyur, Tripoli, terdapat rumah milik Al-Mutasim Billah al-Qaddafi. Sekitar sepuluh menit dengan mobil dari Midan Syuhada. Tempat tinggal lelaki 34 tahun itu kini dijaga ketat oleh para pemberontak. Tidak sembarang orang boleh masuk, termasuk wartawan.

Rumah itu menempati lahan sekitar 30 ribu meter persegi. Dipagari tembok setinggi 20 meter. Tempat tinggal ini memiliki dua gerbang utama. Namun hanya satu boleh dibuka. Di sekeliling tembok pagar terdapat coretan dan gambar, antara lain gambar Qaddafi lari membawa buntelan fulus saat dikejar pemberontak, seperti dikutip dari buku Rahasia Muammar al-Qaddafi karya Faisal Assegaf (terbitan Hamaslovers, November 2011).

Berbeda dengan kondisi di Bab al-Aziziyah, kediaman Al-Mutasim tidak terlalu rusak parah. Memang terdapat pecahan kaca jendela di ruang fitness, namun tidak ada reruntuhan puing atau tembok hitam bekas dijilati api. Semua ruangan di sana tetap seperti semula, hanya perabotannya saja berantakan. Pihak pemberontak sudah menguasai rumah ini sejak Agustus lalu.

Menurut, Saleh, 32 tahun, warga kawasan Pasar Zuma, daerah Bin Asyur dari dulu dikenal sebagai basis pendukung pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi. "Terutama kaum lelaki, karena itu rumah mereka besar-besar," katanya. Dia menambahkan di tempat tinggalnya semua orang benci Qaddafi dan bahkan sepuluh tahun lalu pernah berusaha membunuh pemimpin kini berusia 69 tahun itu.

Al-Mutasim adalah anak keenam dari delapan bersaudara. Dia lahir dari rahim Safiyah Farkash al-Bassi, istri kedua Qaddafi. Dari istri pertamanya, Fatihah Khalid an-Nuri, pemimpin berkuasa selama 42 tahun itu hanya dikaruniai Muhammad.

Jabatan terakhir dia sandang sejak tahun lalu adalah penasihat keamanan nasional. Setahun setelah pemilihan presiden Amerika Serikat, pada 2009 dia bertemu senator John McCain dan Joe Lieberman. Dia meminta negara adikuasa itu memberikan dukungan militer terhadap Libya.

Di tahun sama, beredar selentingan Al-Mutasim adalah seorang gay. Isu ini muncul setelah kematian Ibnu asy-Syekh al-Libi, diyakini sebagai pasangan homo seksualnya. Pihak Barat menuding Libi, memiliki nama asli Ali Muhammad al-Fakhiri, sebagai pelatih militer buat anggota Al-Qaidah.

Saat saya berkunjung ke sana, Kamis, 8 September 2011, sebuah mobil milik pemberontak terparkir di luar gerbang. Seorang lelaki tua dengan rambut dan jenggot sudah putih serta berseragam militer warna gurun mengizinkan masuk setelah saya memperkenalkan diri. Sekitar tujuh pemberontak tampak sedang berbaring di sebuah kasur, di bawah pohon rindang.

Seorang pemuda dengan baret merah dan senapan AK-47 tersandang mengantar saya mengelilingi kompleks kediaman itu. Setelah berjalan lima puluh meter, ada sebuah gerbang setelah dibuka akan tampak taman begitu luas dan ditumbuhi pelbagai tanaman. Sejauh mata memandang hanya ada lapangan luas berumput tebal. Di sebelah kanan terdapat bangunan bercat oranye merupakan pusat listrik dan air di rumah itu. Jauh ke dalam, sekitar setengah kilometer, terdapat dua bangunan sama-sama bercat oranye.

Sebelum memasuki tempat fitnes memiliki peralatan serba lengkap, kita akan melewati koridor di sisinya terdapat sebuah kolam masih ditinggali ikan. Bangunan ini dilengkapi kamar mandi, ruang pijat, jacuzzi, ruang sauna, dan tempat berganti pakaian. Di depan bangunan lokasi fitnes ini terdapat sebuah bar dan kolam renang.

Berjalan ke arah samping kita akan menemui rumah hanya berisi tiga ruangan semuanya berukuran 10x10 meter persegi, yakni ruang tamu menghadap kolam renang, kamar tidur, dan dapur digabung dengan tempat makan.

Di tengah-tengah lapangan luas terdapat bunker. Untuk masuk ke sana, kita harus menuruni 30 anak tangga. Lubang perlindungan ini memiliki banyak kamar dan koridor, termasuk ruang tamu, kamar persediaan oksigen, ruang tidur dilengkapi kamar mandi. Namun saya tidak diizinkan menyusuri seluruh lorong bunker karena tidak diketahui di mana ujungnya.

Bunker ini tingginya sekitar dua meter, terang, dan dilengkapi alat penyejuk udara. Menurut seorang pemberontak, bisa saja bunker ini terhubung dengan sejumlah tempat strategis, seperti Bab al-Aziziyah, bandar udara, atau lokasi lain bisa dijadikan jalan kabur jika ada musuh.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kekayaan Muammar al-Qaddafi

Dia memiliki saham di 72 perusahaan tersebar di lebih dari 45 negara.

Foto pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi diinjak orang melintas dan dilindas mobil. Foto ini diletakkan di gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman Qaddafi di Ibu Kota Tripoli, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Serba nyaman dan mewah

Anak-anak Qaddafi adalah pelanggan setia Mariah Carey, Beyonce, dan Usher.

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka Muammar Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, 7 September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pribadi eksentrik

Dia takut terbang lama (lebih dari delapan jam) dan di atas air. Dia tidak suka berada di gedung tinggi atau menaiki lebih dari 35 anak tangga.

Tidak suka pangkat jenderal

Qaddafi beralasan karena Libya diperintah oleh rakyat, jadi dia tidak memerlukan pangkat tertinggi dalam militer.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

14 September 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR