buku

Anak Raja Fahad kena penyakit kelamin

Di kasino Knightsbridge, Pangeran Muhammad bin Fahad pergi ke toilet, kemudian berteriak lalu lari keluar dari kasino dan melompat masuk ke dalam mobilnya.

27 April 2019 23:55

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.   

*******

Anak Raja Fahad kena penyakit kelamin

Sekitar dua jam setelah kedatangan Pangeran Muhammad bin Fahad bin Abdul Aziz dan Pangeran Saud bin Nayif bin Abdul Aziz, keluar perintah agar Jeff dan Gerry pergi lantaran kedua pangeran ingin tinggal di rumah. Sejam kemudian seusai pembicaraan bisnis, Jonathan Aitken, Fahad al-Athil, Said Ayas, Jamal Izzat, Perter Custer, dan Roger Kraillion juga pergi.

Saya menutup pintu rumah dan membalikkan badan. Tepat di depan saya adalah pintu lift dan sebuah cermin besar menyembunyikan pintu lift itu. Saya tersenyum dan membayangkan Pangeran Saud tengah mematut diri di depan cermin.

Kalau saja cermin itu dapat berbicara, saya melamun ... dan teringat saat menyaksikan dengan rasa tidak percaya, seorang anggota polisi khusus berlatih menggunakan senjatanya di depan cermin. Itu tidak cukup buruk.

Suatu pagi, saat saya membuka pintu rumah Pangeran Muhammad bin Fahad, bocah pengantar surat kabar terlihat pucat dan kaku. Saya melihat polisi khusus itu mendongkan senjatanya ke arah anak kecil itu. Tentu saja bocah itu kaget dan saya juga syok. Saya memprotes tindakannya dan polisi itu meminta maaf.

Nama samaran polisi itu adalah Mad Mick. Dia tadinya cuma polisi relawan bertugas di Irlandia Utara. Saya tidak mengerti kenapa dia masih dipertahankan. Saya tidak pernah mendengar kalau Mad Mick atau satuannya meminta maaf kepada bocah pengantar koran itu.

Besok paginya, 16 Desember 1984, pintu rumah Pangeran Muhammad bin Fahad diketuk. Ketika saya buka ternyata ada Jeff, datang bareng Mike Le Havre, penjual khusus mobil-mobil langka. Banyak pangeran Arab Saudi mengenal Mike dan banyak juga pangeran Saudi membeli mobil dari Mike selama bertahun-tahun.

Pangeran Muhammad bin Fahad memang keranjingan mengoleksi mobil supermahal dan langka. Koleksinya lebih dari seratus dan disimpan di sebuah parkir bawah tanah di salah satu vilanya di selatan Prancis.

Saya memperhatikan mobil-mobil dibawa oleh Mike. Terdapat AC Cobra orisinil dan satu Corvette Stingray Coupe buatan 1966. Pangeran Muhammad bin Fahad bakal mencoba kedua mobil langka itu. Dia turun dari lobi dan saya mengikuti dirinya keluar.

Dia berjalan mengelilingi kedua mobil itu sambil memperhatikan secara seksama. Dia lantas melompat masuk ke dalam Corvette dan langsung mengebut. Bekas roda terlihat di jalan dan mobil itu. Dia mencoba kedua mobil itu ke jalan lalu balik ke rumah.

Mike lantas menanyakan kepada Jeff soal pendapat Pangeran Muhammad bin Fahad atas kedua mobil itu. Jeff bilang sang pangeran bakal segera menghubungi Mike.

Pangeran Muhammad bin Fahad memutuskan membeli Corvette. Dia tidak jadi mengambil Cobra karena tidak bisa memindahkan persneling. Padahal dia baru saja membeli sebuah Mercedes 450 SEL 6,9.

Saya teringat sebuah mobil tidak lazim milik Pangeran Muhammad bin Fahad, dibelikan oleh temannya sebagai hadiah. Mobil itu Panther Rio namun model kepunyaan sang pangeran tidak pernah saya lihat sebelumnya. Panther Rio itu kelihatan seperti miniatur Rolls Royce Silver Shadow.

Di hari, Jamal Izzat, lelaki Suriah, juga tiba di kediaman Pangeran Muhammad bin Fahad. Dia selalu berpakaian seperti pria Inggris dan mempunyai kebiasaan memanggil saya dengan nama lengkap.

Rambutnya tipis di atas namun gondrong di belakang dan kedua sampingnya. Dia mengenakan kacamata berlapis emas dan jam saku, juga berlapis emas. Dia mengenal banyak orang dan pergaulan luas inilah membikin Jamal mampu mendekat ke arah Pangeran Muhammad bin Fahad dan orang-orang kepercayaannya.

Jamal adalah Tuan Penyelesai Masalah. Dia sudah berpengalaman menyelesaikan beragam persoalan dihadapi Pangeran Muhammad bin Fahad. Dia bersahabat dengan Bill, mengenalkan Jamal ke Freemasonry.

Malam itu, Pangeran Muhammad bin Fahad dan Pangeran Saud bin Nayif keluar untuk makan malam lalu mampir ke kasino Knightsbridge. Mereka juga mengunjungi berbagai kasino - the Ritz, Aspinalls, the Playboy, dan the Victoria Sproting.

Di kasino Knightsbridge, Pangeran Muhammad bin Fahad pergi ke toilet, kemudian berteriak lalu lari keluar dari kasino dan melompat masuk ke dalam mobilnya. Saat berlari melewati Pangeran Saud bin Nayif, dia berteriak untuk dipanggilkan dokter.

Bolney Gate hanya dua menit dan kasino itu. Pangeran Muhammad bin Fahad keluar dari Rolls Royce langsung masuk ke dalam rumah dan berlari ke atas kamarnya. Dia berteriak kepada saya untuk memanggil dokter sekarang.

Satu atau dua detik berselang, Pangeran Saud bin Nayif dan rombongan panik datang.

Salah satu sopir menelepon polisi dan meminta nomor telepon dokter setempat. Tentu saja ketika diberitahu alamatnya, mereka sadar penelepon berasal dari kediaman milik Raja Arab Saudi Fahad bin Abdul Aziz. Dalam hitungan menit, bukan dua tapi tiga dokter tiba. Dua di antaranya kelihatan marah lantaran tidak melihat seustau terjadi. Namun wajah mereka kelihata girang setelah mendapat bayaran.

Ketika saya berdiri di pintu depan terbuka dengan Jeff dan Gerry, terjadi keributan di lantai atas. Dua mobil polisi datang dengan sirine meraung dan lampu sirene menyala. Seorang kepala polisi bilang ini prosedur normal untuk datang ke lokasi setelah dokter dipanggil lewat mereka.

Saya meyakinkan kepada polisi semuanya baik-baik saja. Namun dia meminta masuk untuk berbicara dengan Pangeran Muhammad bin Fahad. Saya melarang dan perdebatan sempat terjadi. Para polisi itu kemudian pergi disusul ketiga dokter.

Saya akhirnya mengetahui saat Pangeran Muhammad bin Fahad pergi ke toilet, kecingnya darah dan dia panik. Dokter memeriksa mengatakan sang pangeran menderita penyakit kelamin dan sudah menyuntik dia dengan antibiotik.

Pangeran Muhammad tetap hidup namun penyakit kelamin itu tidak menjadi pelajaran bagi dirinya.  

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

Mobil milik Pangeran Walid bin Saud bin Abdul Aziz. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Pelesiran sejenak di Jeddah

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Faisal dan mimpi perubahan di Arab Saudi

Faisal, pemuda Arab Saudi lulusan dari sebuah universitas di Amerika, bersemangat membahas gagasan-gagasannya untuk perubahan di negaranya, hal tabu waktu itu.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mengunjungi kompleks istana Raja Saud

Selepas kedua gerbang itu terdapat halaman seluas 2,6 kilometer persegi.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

14 September 2019
Pelesiran sejenak di Jeddah
07 September 2019

TERSOHOR