buku

Pelesiran sejenak di Jeddah

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi.

07 September 2019 22:50

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Pelesiran sejenak di Jeddah

Cahaya matahari menyusup melalui jendela kamar sehingga membikin tubuh saya hangat ketika saya membuka mata menyambut hari baru. Ini jauh lebih baik ketimbang bangun di udara dingin, basah, dan berangin di Inggris. Saya bergegas mandi, menimati semprotan air deras sebagai persiapan menyambut kegiatan hari ini.

Saya secara seksama memakai kafiyeh dan igal saya agar tampil bagus. Setelah kelihatan indah, saya langsung menuju dapur. Saya bertemu Sultan dan dua pelayan Pangeran Khalid bin Fahad bin Abdurrahman as-Saud.

Shobahul khair, kaifak inta (Selamat pagi, apa kabarmu?)."
"Alhamdulillah," jawab saya.
"Apakah Anda ingin Syaksyuka?' tanya salah satu staf Pangeran Khalid.
"Ya silakan, terima kasih," kata saya kemudian duduk di samping Sultan.

Saya mulai berbincang tapi bukan hal khusus, sekadar obrolan ringan. Lalu muncul Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz. Dia kelihatan gusar namun saya tidak tahu apa yang membuat dia begitu.

Sebelum berangkat ke bandar udara, Pangeran Misyari mengajak saya pelesiran di sepanjang Crniche (jalan di tepi pantai) di Jeddah. Saya diberitahu Jeddah adalah kota terbesar kedua setelah Ibu Kota Riyadh. Kota ini berada di tepi Laut Merah dan ini adalah kota tempat semua jamaah umrah dan haji tiba pertama kali sebelum mengunjungi Makkah dan Madinah.

Terdapat sejumlah kedutaan besar di Jeddah dan suasananya lebih rileks dibanding kota-kota lain di Arab Saudi. Sehabis jalan-jalan sebentar, Pangeran Misyari menuju bandar udara untuk terbang kembali ke Dhahran.

 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Menolak ikut makan malam di rumah Pangeran Muhammad bin Fahad

Menahan paspor, melarang memakai telepon ke luar negeri, menyensor surat kabar, majalah dan mengontrol program televisi adalah siasat pemerintah Saudi untuk mengawasi rakyatnya.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Teringat Puteri Al-Anud telanjang

Seraya tersenyum, saya teringat Puteri Al-Anud dan teman-temannya dalam keadaan telanjang, tapi di negara asalnya, dia tersembunyi di balik pagar tembok dan abaya dan jilbab serba hitam. Puteri Al-Anud benar-benar cantik dan tubuhnya sangat seksi.

Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz bersama putranya, Pangeran Turki, di resor ski Megeve, Prancis. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

Makan siang bareng Pangeran Misyari

Pangeran Salman langsung menjatuhkan kartu dan berdiri untuk menyambut penguasa Arab datang tidak disangka. Ketika Jack mendekat, mereka sadar ternyata yang datang orang Inggris.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Terbang ke Arab Saudi atas undangan Pangeran Misyari bin Saud

Saya sekarang menyaksikan Pangeran Misyari dalam situasi berbeda. Sebelumnya, saya melihat dia sekadar sebagai playboy, penjudi, kini saya menyaksikan dirinya benar-benar dalam peran berbeda.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Berburu tikus gurun

"Saya harus mengakui kamu sedikit tergesa-gesa saat mau menangkap Jerboa tadi," ujar Pangeran Misyari seraya tertawa.

05 Oktober 2019

TERSOHOR