buku

Pangeran Fawaz dicopot dari jabatannya sebagai gubernur Makkah karena doyan mabuk

Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz juga senang bermain dengan pelacur saban berlibur ke Paris.

16 Mei 2020 08:20

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

Pangeran Fawaz dicopot dari jabatannya sebagai gubernur Makkah karena doyan mabuk

Beberapa hari setelah kembali dari Inggris ke Arab Saudi pada Maret 1985, kantor menelepon saya: rumah Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz di London kemalingan.

Pangeran Fawaz adalah salah satu adik dari Raja Arab Saudi Fahad bin Abdul Aziz. Dia sekarang ingin pengamanan ketat. Saya pikir dia terlambat mengajukan hal itu. Tapi biarlah, saya kemudian pergi ke kediamannya di Desa Chiddingfold, Surrey. Waktu itu akhir Maret, masih musim dingin, dan saya kangen kehangatan selama tinggal di Arab Saudi.

Saya bilang ke kantor, saya akan tiba di rumah Pangeran fawaz dalam sejam. Saya tahu istri dari Pangeran Fawaz adalah orang Libann dan saudara lelakinya bekerja sebagai sekretaris pribadi sang pangeran. Mereka kehilangan fulus 750 ribu pound sterling dan perhiasan.

Sesampai saya di sana, kolega saya bernama Harvey sudah tiba lebih dulu. Kami kemudian meminta keterangan dari sekretaris pribadi Pangeran Fawaz. Informasi kami peroleh dari Pangeran Fawaz dan sekretarisnya adalah ada orang dalam terlibat dalam pencurian itu.

Alarm dibunyikan setelah seotrang lelaki menemukan sebuah tangga di bawah jendela kamar ganti pakaian Pangeran Fawaz. Kami tidak menemukan tanda-tanda pencuri memaksa masuk ke dalam. Juga tidak ada kerusakan di jendela. Jadi kami meyakini pencurinya memang profesional.

Kami diberitahu tidak ada orang menjaga jendela itu malam sebelumnya. Apakah ada persekongkolan dengan orang dalam atau pengamanannya memang longgar?

Sekarang kami menerapkan pengaman ketat terhadap Pangeran Fawaz dan keluarganya. Kami tidak kaget ketika mengetahui dia pemabuk berat. Dia mengaku lebih takut dibunuh ketimbang kemalingan. Dia tidak menyebut khawatir kalau istrinya dibunuh.

Seperti kebanyakan pangeran Saudi, Pangeran Fawaz juga pengecut. Jika menghadapi sebuah masalah, dia bakal menyuruh orang lain membereskan.

Saya masih ingat, gegara doyan mabuk, Pangeran Fawaz dipecat dari jabatannya sebagai gubernur Makkah pada 1980. Saya juga tahu dia senang bermain dengan pelacur.

Kenyataan ini terungkap ke masyarakat ketika dalam sebuah sidang di pengadilan di Ibu Kota Paris, Prancis. Makelarnya, seorang lelaki Libanon, membenarkan salah satu tugasnya kalau Pangeran Fawaz datang atau berlibur ke Paris adalah mencarikan gadis-gadis muda buat sang pangeran.

Dia bilang Pangeran Fawaz biasanya mengajak bercinta para pelacur itu di dua tempat: Hotel de Crillon dan Hotel Royal Monceau. Kalau Pangeran Fawaz merasa cocok dengan lonte ditawarkan, mereka bakal dibayar seribu euro.

Kami lantas menggelar rapat panjang membahas peristiwa pencurian di kediaman Pangeran Fawaz. Saya mencatat semua hal penting berkaitan dengan dirinya. saya sudah mengetahui posisi Pangeran Fawaz dalam silsilah keluarga. Saya di sana bekerja untuk Pangeran Fawaz bukan buat adik iparnya suka mengaku-aku sebagai bagian dari keluarga Bani Saud. Selama kami rapat, adik ipar Pangeran fawaz bawel betul, saya berharap dia diam dan membiarkan kami bekerja dengan tenang.

keanehan lain dari peristiwa pencurian di rumah Pangeran Fawaz adalah sekretarisnya melapor ke polisi. Tindakan ini tidak lazim dilakukan keluarga kerajaan Saudi. Mereka selalu berusaha menyembunyikan identitas mereka di balik orang atau perusahaan lain. Mereka berusaha sebisa mungkin tidak ada jejak mengarah pada mereka.

Petugas keamanan rumah akhirnya tiba dan prioritas saya adaah bertemu semua staf bekerja di kediaman Pangeran Fawaz.

Pangeran Fawaz itu orangnya menyenangkan dan ramah. Dia sangat terdidik dan berpenampilan cerdas.

 

 

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupnya anak Raja Fahad

Koran-koran Inggris menulis anggota parlemen Jonathan Aitken sebagai pemasok pelacur bagi para pangeran Saudi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dapat kompensasi dari negara setelah rumahnya di Inggris kemalingan

Ketika Mercedes kami tumpangi makin mendekati jet pribadi itu, saya melihat seorang awak kabin berdiri di bawah tangga pesawat untuk menyambut Pangeran Fawaz.

Mark Young bersama Pangeran Misyari bin Saud bin Abdul Aziz dan istrinya, Puteri Al-Anud binti Fahad. (Mark Young/Saudi Bodyguard)

the Elephant on the River, restoran kesukaan Pangeran Fawaz di London

Suatu malam, saat kami mengunjungi klub Tramp di Jalan Jermyn, perhatian kami tertuju kepada aktor Hollywood Sylvester Stallone, juga berada di sana waktu itu.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Disko di tengah gurun ditemani gadis-gadis Arab Badui

Pangeran Misyari memberi amplop berisi fulus lima ribu pound sterling ketika Mark Young pulang ke Inggris.





comments powered by Disqus

Rubrik buku Terbaru

Korupnya anak Raja Fahad

Koran-koran Inggris menulis anggota parlemen Jonathan Aitken sebagai pemasok pelacur bagi para pangeran Saudi.

04 Juli 2020

TERSOHOR