buku

the Elephant on the River, restoran kesukaan Pangeran Fawaz di London

Suatu malam, saat kami mengunjungi klub Tramp di Jalan Jermyn, perhatian kami tertuju kepada aktor Hollywood Sylvester Stallone, juga berada di sana waktu itu.

23 Mei 2020 20:50

Albalad.co berhasil mendapatkan izin dari penulis buku Saudi Bodyguard, Mark Young, untuk menerjemahkan sekaligus menerbitkan isi bukunya di Albalad.co. Seperti biasa, rubrik buku ini muncul saban Sabtu dan dimulai sejak 11 November 2017.

Albalad.co sejatinya memperoleh salinan buku Saudi Bodyguard dalam bentuk PDF tersebut langsung dari Mark Young, mantan pengawal para pangeran dan puteri di Kerajaan Arab Saudi, pada 1 September 2017. Baru ketika perkembangan dramatis terjadi saat ini di negara Kabah itu, Albalad.co memutuskan melansir terjemahan dari isi buku setebal lebih dari 400 halaman dan diterbitkan pada 2010 itu.

Mark Young, berasal dari Inggris, adalah pemegang sabuk hitam karate. Ayahnya adalah mantan anggota pasukan elite Inggris dan bekas anggota MI6, dinas intelijen Inggris.

Sejak Mei 1976, dia mulai menjadi instruktur dan membuka tiga sekolah karate. Tiga tahun kemudian, dia memulai kariernya sebagai pengawal pribadi keluarga kerajaan Arab Saudi. Tugas pertamanya adalah mengawal Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari pemilik Kingdom Holding Company, Pangeran Al-Walid bin Talal, ditahan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, selama November 2017-akhir Januari 2018.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam 201 kaum elite Arab Saudi - meliputi pangeran, pejabat, dan pengusaha kakap - ditangkap atas tudingan korupsi. Penangkapan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young ini bercerita dengan bahasa bertutur sebagai orang pertama mengenai pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi keluarga Kerajaan Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdul Aziz.

*******

the Elephant on the River, restoran kesukaan Pangeran Fawaz di London

Ketika Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz pelesiran ke London, kami menjaga dia dengan ketat. Saya se;a;u berada di sisi kirinya dan kolega saya, Harvei, di sebelah kanan. Kami berdua berjalan selangkah di belakang dia. Seperti biasa dan sudah menjadi prosedur standar kami, ketika kami tiba di lokasi dituju, retoran, klub malam, atau apapun itu, kami harus mengetahui di mana pintu keluar dan letak toilet.

Kami menggunakan dua mobil kalau bepergian, Mercdes adalah kendaraan wajib dan satu mobil pendukung. Kedua sopir harus tetap berada di dalam mobil. Sadar Pangeran Fawaz tidak tersohor, kami harus tetap dalam keadaan siaga tingkat tinggi di mana saja kami berada, terutama sejak dia menjadi sasaran kelompok agama minoritas.

Dalam beberapa kesempatan, kami mengingatkan sekretaris pribadinya untuk tidak berjalan di antara Pangeran Fawaz dan kami. Karena kalau terjadi sesuatu tidak diinginkan, kami bisa bertindak cepat. Harvey bertugas merebahkan dan melindungi sang pangeran dan saya langsung mengatasi ancaman datang terhadap Pangeran Fawaz. Sedangkan sekretarisnya mesti melindungi dirinya sendiri. Kami hanya akan membela orang memang ditugaskan untuk kami lindungi.

Pangeran fawaz sangat menyukai makan di restoran the Elephant on the River, terletak di tepi barat Sungai Thames. Kadang dia pergi ke klub malam. Suatu malam, saat kami mengunjungi klub Tramp di Jalan Jermyn, perhatian kami tertuju kepada aktor Hollywood Sylvester Stallone, juga berada di sana waktu itu.

Adalah hal lumrah bagi kami untuk menganalisa bahasa tubuh dan beragam tanda di tengah kerumunan orang. Malam itu tidak ada hal berbeda.

Prioritas kami adalah keselamatan Pangeran Fawaz. Kami harus terus menempel ketat sang pangeran ke mana saja dia pergi sejak rumahnya kemalingan. Ketika saya berdiri di depan toilet menanti Pangeran Fawaz keluar, saya mematut-matut diri saya di depan sebuah cermin. Persis seperti Ziad, biasa mengaca di depan cermin berada di lorong kediaman Puteri Rima di Belgravia.

Saya mengenakan jas hitam dipadu kemeja putih dan dasi berwarna merah marun. Saya kelihatan mirip seperti seorang pangeran. Saya pikir kalau saya sedang mabuk bareng seorang pelacur, tidak ada seorang pun bisa membedakan antara saya dengan Pangeran Fawaz.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korupnya anak Raja Fahad

Koran-koran Inggris menulis anggota parlemen Jonathan Aitken sebagai pemasok pelacur bagi para pangeran Saudi.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dapat kompensasi dari negara setelah rumahnya di Inggris kemalingan

Ketika Mercedes kami tumpangi makin mendekati jet pribadi itu, saya melihat seorang awak kabin berdiri di bawah tangga pesawat untuk menyambut Pangeran Fawaz.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pangeran Fawaz dicopot dari jabatannya sebagai gubernur Makkah karena doyan mabuk

Pangeran Fawaz bin Abdul Aziz juga senang bermain dengan pelacur saban berlibur ke Paris.

Buku Saudi Bodyguard karya Mark Young. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Disko di tengah gurun ditemani gadis-gadis Arab Badui

Pangeran Misyari memberi amplop berisi fulus lima ribu pound sterling ketika Mark Young pulang ke Inggris.





comments powered by Disqus