Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (kanan) bareng Kepala Biro Politik Hamas untuk Jalur Gaza Yahya Sinwar di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua informan Israel

Akhir bulan lalu, Hamas mengumumkan telah menjatuhkan vonis mati terhadap enam warga Palestina lantaran menjadi pemasok informasi untuk intelijen Israel. 

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

We will never accept the existence of Israel in our land

"This is our land, from the Libanon border to Egyptian border and from the river (Jordan River) to the sea (Mediterranean Sea)," said Mahmud Zahar.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah berbicara di telepon di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pendiri Hamas kaget dan kecewa karena Indonesia dukung solusi dua negara

Zahar menekankan Hamas tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (Faisal assegaf/Albalad.co)

Pendiri Hamas: Negara Israel tidak berhak ada

"Tidak ada masa depan bagi negara Zionis di tanah kami," ujar Misyaal. "Solusi dua negara sudah mati."





comments powered by Disqus