IQRA

Misi Gagal Tim 6 SEAL (2)

Dua putusan satu nasib

Al-Qaidah sudah memutuskan membunuh Somers dan membebaskan Korkie di hari misi penyelamatan dilakukan oleh SEAL.

15 Desember 2014 01:03

Sabtu dua pekan lalu itu sejatinya bakal ada dua kejadian besar menimpa Luke Somers dan Pierre Korkie. Keduanya sama-sama dalam sekapan Al-Qaidah di sebuah desa terasing di Provinsi Syabwah, selatan Yaman.

Somers diculik September lalu di jalanan Ibu Kota Sanaa, Yaman, sehabis berbelanja di sebuah supermarket. Korkie diambil paksa bareng istrinya, Yolande Korkie, di Kota Taiz. Di sana Korkie bekerja sebagai guru dan Yolande - dibebaskan Januari lalu - menjadi relawan di rumah sakit.

Bedanya, AQAP (Al-Qaidah di Semenanjung Arab) - nama kelompok Al-Qaidah berpusat di Yaman - membikin dua keputusan berbeda terhadap dua sandera itu. Somers bakal dibunuh sedangkan Korkie akan dilepaskan.

Para penculik Rabu dua minggu lalu melansir rekaman video memberitahu Presiden Barack Hussein Obama tenggat waktu buat kehidupan Somers tiga hari lagi. Bos penculik Nasir bin Ali al-Ansi sudah memperingatkan agar Amerika tidak mengulangi lagi misi penyelamatan gagal dilakukan dua pekan sebelumnya.

"Sekarang sudah lebih dari setahun sejak saya diculik di Sanaa (ibu kota Yaman)," kata Somers. "Saya pastikan nyawa saya dalam bahaya. Jadi saya duduk di sini sekarang meminta jika ada yang bisa dilakukan, tolong kerjakan."

Kalau Somers tertekan, hati Korkie tentu bungah karena tahu bakal dibebaskan. "Pierre seharusnya dilepaskan oleh Al-Qaidah besok," ujar seorang juru bicara lembaga amal Gift of the Givers, ikut membantu merundingkan proses pembebasan dia.

Al-Qaidah tadinya meminta uang tebusan US$ 3 juta sebagai syarat melepaskan Korkie hidup-hidup, namun pihak keluarga tidak mampu memenuhi tuntutan itu. Apalagi pemerintah Afrika Selatan tidak mau membantu.

Namun pihak keluarga tidak kehilangan akal. Mereka berupaya mendekati kelompok penculik agar mau melepaskan Korkie. Mereka meminta bantuan Gift of the Givers Foundation, lembaga amal dari Afrika Selatan, dan bekerja sama dengan para sesepuh suku Abyan memiliki akses dengan penculik.

Kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan menyenangkan empat pekan lalu. Korkie bakal dibebaskan Sabtu. Menurut seorang juru bicara yayasan itu, sebuah tim dari pimpinan suku Abyan telah bertemu di Aden Sabtu pagi. Mereka membuat persiapan terakhir mengenai keamanan dan logistik berhubungan dengan mekanisme pembebasan sandera.

Dia mengungkapkan Korkie bakal diterbangkan dari Yaman dengan samaran diplomatik kemudian bertemu pihak keluarga di Turki. Dari sana Korkie dan keluarga pulang ke Afrika Selatan buat menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tapi takdir berkata lain setelah Sabtu dini hari dua pekan lalu, beberapa jam sebelum Somers dieksekusi dan Korkie dibebaskan. Misi penyelamatan kedua oleh pasukan elite Amerika Tim 6 SEAL ketahuan. Penculik lantas menembak mati kedua tawanan.

Misi gagal ini membikin Somer dan Korkie senasib. Mereka menemui ajal walau Al-Qaidah sudah membuat dua keputusan berbeda.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.

Haji Bakar, perancang ISIS. (france24.com)

Kuat karena Baath

Sejak rezim Saddam terguling akibat invasi Amerika pada 2003, orang-orang ini kehilangan penghasilan dan kekuasaan. Sekarang ISIS menjadi kendaraan buat mereka memperoleh kembali status itu.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

01 Maret 2021

TERSOHOR