IQRA

Kediktatoran Arab Saudi (3)

Perempuan jadi korban

Meski mengklaim sebagai bagian dari syariat Islam, Arab Saudi menjadi satu-satunya negara di dunia mengharamkan perempuan menyetir mobil.

06 April 2015 02:06

Jadi perempuan Arab Saudi itu tidak enak. Mau berkegiatan tidak bebas. Keluar rumah juga nggak gampang. Mereka tidak boleh bepergian sendirian, mesti ditemani muhrim. Semua lantaran aturan syariat Islam versi ulama berpaham Wahabi di negara itu.

Contoh paling mutakhir dan sedang hangat dibicarakan adalah soal larangan menyetir mobil. Mufti Agung Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh meminta masyarakat Saudi tidak mempedulikan protes atas larangan itu. "Masalah ini harus dilihat sebagai upaya melindungi masyarakat dari setan," katanya saat memberikan ceramah di Kota Madinah.

Pernyataan pemuka agama tertinggi di negeri Dua Kota Suci ini muncul setelah para aktivis mengklaim pemerintah tengah mengevaluasi larangan ini. "Isu ini tengah dibahas dan bakal ada hasil memuaskan," ujar Menteri Dalam Negeri Pangeran Muhammad bin Nayif, seperti dikutip aktivis bernama Azizah al-Yusuf. Proposal buat mencabut larangan mengemudi bagi perempuan sudah diajukan ke Majelis Syura.

Saudi menjadi satu-satunya negara di dunia melarang kaum hawa menyetir mobil. Sebuah aturan katanya berdasarkan ajaran Islam, namun kenyataannya tidak diterapkan di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya.

Secara eksplisit tidak ada hukum melarang perempuan mengemudi. Namun pada praktiknya, negara tidak membolehkan perempuan melamar pekerjaan atau bersekolah tanpa izin dari muhrim mereka. Polisi juga tidak mengeluarkan surat izin mengemudi (SIM) bagi wanita dan bahkan tidak mengakui SIM internasional.

Persoalan ini kian mendapat sorotan media internasional. Apalagi makin banyak perempuan menuntut hak mereka buat menyetir mobil. Sekitar 60 perempuan di seantero Saudi pada Oktober 2013 ikut dalam kampanye menyetir dan mengunggah rekaman video mereka ke situs Youtube. Polisi berhasil menyetop 16 perempuan tengah menyetir dan mereka dikenai denda.

Syekh Abdul Aziz bukan satu-satunya ulama mengharamkan perempuan menyetir. Ulama Saudi tersohor lainnya, Syekh Saleh al-Luhaidan, menyatakan mengemudi bisa merusak ovarium dan tulang pinggul perempuan sehingga berakibat buruk. "Mereka mesti mempertimbangkan hal ini."

Lucunya lagi, Dr Saleh as-Saadun disebut sebagai sejarawan Arab Saudi Februari lalu mengeluarkan pernyataan bodoh sekaligus tidak masuk akal. Saat diwawancarai stasiun televisi Rotana Khalijiyya, dia mengklaim kaum hawa di negara-negara Barat mengemudi lantaran mereka tidak menolak jika diperkosa. “Mereka tidak peduli jika mereka diperkosa di pinggir jalan, tapi kita peduli.”

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

01 Maret 2021

TERSOHOR