IQRA

Selamatkan Al-Aqsa (1)

Jangan biarkan Masjid Al-Aqsa Roboh

Pada 2011 Israel membuka terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa buat menarik pelancong.

20 April 2015 00:09

Kabar mengejutkan sekaligus meragukan itu muncul pada Juli 2013. Profesor Yossi Garfinkel dari Universitas Hebrew dan Saar Ganor dari Otoritas Kepurbakalaan Israel mengumumkan mereka telah menemukan istana Raja Daud dan ruang penyimpanan harta mereka.

Temuan itu diperoleh di sebuah areal bernama Khirbet Qefaya, sebelah barat Yerusalem. "Khirbet Qefaya adalah bukti terbaik adanya kota benteng dari masa Raja Daud," kata Garfinkel. Mereka telah tujuh tahun menggali.

Terus dan terus menggali. Itulah sedang dilakukan sejumlah ahli arkeologi dari Otoritas Kepurbakalaan Israel. Mereka yakin dan berambisi memperoleh bukti-bukti sejarah berupa artefak atau manuskrip buat menunjukkan Kerajaan Daud pernah ada di Yerusalem.

Lebih dari itu, mereka ingin membuktikan Kuil Sulaiman pernah berdiri di lokasi kini Masjid Al-Aqsa tegak. Ini sangat diperlukan buat memperkuat klaim merekalah pemilik sah Yerusalem, bukan bangsa Palestina. Ekskavasi arkeologi ini sudah berlangsung lebih dari empat dasawarsa.

Pada 2011 pemerintah Israel membuka jalur terowongan buat menarik para pelancong. Jaringan jalur bawah tanah ini menghubungkan antara kompleks Masjid Al-Aqsa dengan kawasan Kota Tua di Yerusalem Timur. Diperkirakan setengah juta turis saban tahun bakal tertarik mencoba jaringan terowongan ini.

Tidak semua ahli purbaka Israel sepakat dengan proyek penggalian ini. Salah satunya adalah Profesor Israel Finkelstein dari Universitas Tel Aviv. Dia membantah Yahudi memiliki keterkaitan dengan Yerusalem. "Tidak ada bukti arkeologi Kuil Sulaiman pernah ada (di Yerusalem)," ujarnya.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

01 Maret 2021

TERSOHOR