IQRA

Selamatkan Al-Aqsa (3)

Bermimpi Kuil Sulaiman bisa gantikan Masjid Al-Aqsa

"Intinya adalah kami tidak bisa hidup tanpa Kuil Suci."

20 April 2015 02:01

Berdoa, berlutut, menunduk, berbaring, menari, bernyanyi, dan merobek pakaian. Semua kegiatan itu terlarang bagi warga Yahudi saat mengunjungi Kuil Bukit, lokasi di mana kuil suci pertama dan kedua mereka pernah tegak. Tempat ini berada di sebuah bukit di belakang Tembok Ratapan, kompleks Masjid Al-Aqsa, Kota Tua, Yerusalem Timur.

Meski berada di bawah kedaulatan Israel - tempat dikenal umat muslim sebagai Haram asy-Syarif - ini dikelola oleh Wakaf Islam, sebuah lembaga bentukan bersama Palestina dan Yordania. Sebab di sini juga terdapat Masjid Al-Aqsa (berkubah hijau) dan Masjid Kubah Batu (berkubah kuning emas).

Kompleks ini saban hari kebanjiran pengunjung muslim. Sebab Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Nabi Muhammad setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Al-Aqsa pernah menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah ke Kabah.

Sesuai aturan Wakaf Islam, orang Yahudi hanya hanya boleh mengunjungi Kuil Bukit 4,5 jam saban hari dan dilarang berdoa di sana.

Namun dalam lawatan awal Juli 2013, Direktur the Temple Institute Rabbi Chaim Richman melanggar kebijakan itu. Hanya beberapa meter dari Kuil Bukit dan di tengah kumpulan jamaah muslim, dengan suara berbisik dia membaca Torah bab Psalms. Isinya memohon kedamaian bagi Yerusalem.

"Tuhan akan menjawab doamu saat harimu sulit. Nama Tuhan Yaakov bakal melindungimu," kata Richman. Dalam kunjungan sebelumnya, dia mengaku menyanyikan semua doa Hallel dalam hati.

Richman getol menziarahi Kuil Bukit. Dia sampai hapal nama-nama tentara Israel berjaga di sana. The Temple Institute berkantor di Kota Tua memiliki satu tujuan: membangun kembali Kuil Suci di Yerusalem. Tentunya dengan menghancurkan lebih dulu Masjid Al-Aqsa. Dengan alasan arkeologis, Israel sudah melaksanakan proyek itu.

Organisasi ini tidak sungkan mengajak orang menyokong tujuan mereka. Dalam sebuah lukisan mereka pamerkan, tergambar Kuil Suci ketiga berdiri di atas lokasi sebelumnya Masjid Al-Aqsa. Tersedia jalur kereta bagi peziarah Yahudi ingin ke sana.

Untuk mewujudkan tujuan mereka, the Temple Institute sudah menyiapkan program dengan bantuan 20 orang mendalami Torah. Hasilnya sejauh ini mereka telah menyiapkan 40 obyek pemujaan tersimpan dalam tempat berlapis plexyglass di kantor mereka.

Kuil Suci ketiga antara lain akan berisi sejumlah terompet perak, harpa kuno Yunani terbuat dari kayu, dan menorah emas bertatak tujuh seberat hampir 81 kilogram. Buat menyiapkan benda-benda ritual ini, the Temple Institute melakukan riset sebelas tahun menelan anggaran US$ 150 ribu.

Banyak rakyat Israel memandang tujuan the Temple Institute sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konflik berdarah. Belajar dari pengalaman sebelumnya, lawatan Ariel Sharon 15 tahun lalu ke dalam Masjid Al-Aqsa meletupkan intifadah kedua selama lima tahun. Pada 1984 aparat keamanan Israel berhasil menghentikan sekelompok teroris Yahudi ingin meledakkan masjid Al-Aqsa.

Michael Elchior, rabbi ortodoks dan mantan anggota Knesset (parlemen Israel), sungguh menyadari betapa sensitifnya masalah itu. "Kami berdoa buat Kuil Suci, tapi kami juga mesti hati-hati karena umat lain juga ingin tempat suci."

Anggota Knesset dari Partai Likud Moshe Feiglin termasuk yang mendukung kampanye the Temple Institute. Dia saban bulan mengunjungi Kuil Bukit hingga dilarang oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena takut menimbulkan provokasi. "Siapa membelakangi Kuil Bukit berarti menyerahkan Yerusalem," kata Feiglin.

Richman mengklaim sokongan terhadap mereka kian bertambah. Bagi dia, isu ini bukan sekadar masalah politik atau arkeologi: the Temple Institute sedang melaksanakan tugas suci dari Tuhan. "Intinya adalah kami tidak bisa hidup tanpa Kuil Suci."

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

Konsep Kuil Suci ketiga bakal dibangun buat menggantikan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (jta.org)

Tiga sandungan gagalkan pembentukan negara Palestina

Palestina hanya bisa menjadi negara dengan syarat mereka atau Israel mengambil langkah kompromi sangat amat menyakitkan: mengalah untuk urusan Yerusalem. Bisa dipastikan kedua pihak bertikai tidak mau melakoni itu.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Isu Palestina konflik agama

Bagi Palestina dan Israel, merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah kewajiban atas nama agama dan itu tidak dapat dikompromikan.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Belah Palestina berkah Israel

Tidak adanya persatuan ini memang diinginkan oleh Israel dan begitulah taktik penjajah: memecah belah rakyat jajahan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

bocah gaza

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

25 November 2020

TERSOHOR