IQRA

Kuak Tabir Bin Ladin (3)

Persiapkan Hamzah pimpin Al-Qaidah

Keberadaan Hamzah Bin Ladin, 22 tahun, kini misterius.

25 Mei 2015 02:04

Dari 20 anaknya, Hamzah adalah putra kesayangan mendiang pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin. Dalam sejumlah dokumen disita dari lokasi persembunyiannya di Kota Abbottabad, Pakistan, Bin Ladin berencana mempersiapkan Hamzah memimpin jaringan teror ini.

Hamzah rupanya tidak keberatan dengan hal itu. Dia juga ingin meniru jejak ayahnya untuk berjihad. "Yang membuat saya benar-benar sedih adalah legiun mujahidin telah bergerak dan saya tidak bisa bergabung bersama mereka," tulis Hamzah dalam suratnya kepada Bin Ladin pada 2009.

Hamzah bareng ibunya, Khairiyah, saat itu berstatus tahanan rumah di Iran. "Ayahku tersayang, saya nyatakan kepada engkau, saya dan semua orang akan mengikut jejakmu, jalan jihad," ujarnya.

Seorang ahli intelijen senior mengungkapkan menjelang kematiannya Bin Ladin berupaya membawa Hamzah ke tempat perlindungannya di Abbottabad.

Setelah Hamzah dibebaskan dari tahanan rumah, seorang perwira Al-Qaidah Atiyah Abdurrahman menyurati Bin Ladin pada 5 April 2011, kurang dari sebulan sebelum Bin Ladin terbunuh dalam serangan pasukan SEAL. Dia menjelaskan ada tiga cara buat membawa Hamzah ke Abbottabad.

Cara dianggap sedikit bahayanya ialah menyelundupkan Hamzah lewat Provinsi Baluchistan, Pakistan, berbatasan dengan Iran, ke kota pelabuhan Karachi. Atiyah juga sudah mempersiapkan Hamzah untuk mengikuti pelatihan soal bahan peledak.

Khalid, saudara kandung Hamzah, menyarankan agar Hamzah menggunakan identitas palsu dan surat izin mengemudi untuk sampai ke Baluchistan.

Atiyah juga berjanji mengajarkan Hamzah mengenai pelbagai senjata. "Dia anak baik dan manis," tuturnya.

Hingga kini keberadaan Hamzah, 22 tahun, masih misterius. Ketika ayahnya tewas di Abbottabad, juga tidak diketahui apakah dia berada di sana malam itu.

Batalion Badri 313, pasukan elite Taliban dilatih di kamp Salahuddin, Afghanistan. (Manba al-Jihad)

Mengembalikan markas Al-Qaidah dari Sudan ke Afghanistan

Taliban dua kali menyelamatkan nyawa Bin Ladin.

Saif al-Adl, pemimpin baru Al-Qaidah. (FBI)

Berjihad ke Afrika

Al-Qaidah dipimpin Saif berhasil menjatuhkan dua helikopter Black Hawk milik Amerika dalam pertempuran Mogadishu pada 1993.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.





comments powered by Disqus