IQRA

Skandal Piala Dunia 2022 (2)

Lika liku lobi Bin Hammam

Panitia Piala Dunia 2022 menegaskan Muhammad bin Hammam tidak memiliki peran resmi atau tak resmi dalam pencalonan Qatar.

15 Juni 2015 09:32

Komite pengajuan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 bilang Muhammad bin Hammam, mantan Wakil Presiden FIFA (badan sepak bola dunia) dan bekas Presiden AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), tidak memiliki peran resmi atau tidak resmi terkait pencalonan negara Arab superkaya ini.

Namun dokumen WikiLeaks membuktikan sebaliknya. Berikut lika liku lobi Bin Hammam hingga akhirnya Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam pemilihan berlangsung di Kota Zurich, Swiss, lima tahun lalu.

September 2009

Anggota tim pencalonan Qatar Ali ath-Thawadi, Khalid al-Kubaisi, dan Nasir al-Khatir adalah tamu khusus Bin Hammam di Kuala Lumpur, beberapa hari menjelang pembentukan komite pengajuan Qatar diumumkan.

Oktober 2009

Bin Hammam mengatur pertemuan tertutup antara anggota Komite Eksekutif FIFA asal Jerman Franz Beckenbauer dan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani. Di bulan yang sama, dia mengundang anggota Komite Eksekutif FIFA dari Spanyol Angel Maria Villar Llnoa ke Ibu Kota Doha untuk bertemu sejumlah pejabat tinggi Qatar.

November 2009

Bin Hammam mengurus semua keperluan dan ongkos perjalanan Ricardo Teixeira, anggota Komite Eksekutif FIFA asal Brasil, ke Doha menggunakan jet pribadi. Di sana Teixeira bertemu Hasan ath-Thawadi, ketua eksekutif tim pencalonan Qatar untuk Piala Dunia 2022.

Desember 2009

Bin Hammam membiayai tiket dan akomodasi 35 bos asosiasi sepak bola di Benua Afrika dalam pelesiran ke Doha. Di sana mereka menginap di Hotel Sheraton. Para pembantu dekat Bin Hammam memasok semua perkembangan harian tamu-tamu istimewa ini selama mereka menginap di Doha kepada Ali ath-Thawadi, wakil ketua eksekutif tim pencalonan Qatar untuk Piala Dunia 2022. Ali sudah memerintahkan agar semua tagihan pengeluaran mereka dibebankan kepada pihaknya.

Januari 2010

Jacques Anouma, anggota Komite Eksekutif FIFA asal Pantai Gading, menjanjikan kepada Bin Hammam bakal memilih Qatar dan menyampaikan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada emir. Orang paling dipercaya Bin Hammam meneken perjanjian kerja dengan tim pencalonan Qatar.

Februari 2010

Anggota Komite Eksekutif FIFA dari Tahiti Reynald Temarii terbang ke Doha atas undangan Bin Hammam. Dia bertemu emir Qatar secara tertutup atas pengaturan Bin Hammam.

April 2010

Bin Hammam mengatur perjalanan Presiden FIFA Sepp Blatter ke Doha memakai jet pribadi untuk bertemu Asosiasi Sepak Bola Qatar dan keluarga kerajaan. Dia mengundang pula Vitaly Mutko, anggota Komite Eksekutif FIFA asal Rusia.

Mutko lantas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bin Hammam. Dalam suratnya dia menulis, "Saya berharap yang terbaik untuk pencalonan Qatar dan mengharapkan balasan serupa." Bin Hammam menyerahkan surat itu kepada Hasan ath-Thawadi, bos tim pencalonan Qatar.

Mei 2010

Bin Hammam mengajak semua anggota tim pencalonan Qatar menghadiri peresmian proyek Pantai Gading di Abidjan. Di sana mereka bertemu Jacques Anouma, anggota Komite Eksekutif FIFA asal Pantai Gading. Tim pencalonan Qatar untuk Piala Dunia 2022 melunasi tagihan jet pribadi untuk perjalanan ke sana sebesar US$ 105 ribu.

Juni 2010

Orang dekat Bin Hammam mengatur semua perjalanan dan akomodasi tim pencalonan Qatar bersama Bin Hammam selama Piala Dunia 2010 di Kota Johannesburg, Afrika Selatan.

Juli 2010

Bin Hammam bertemu Michel Platini, anggota Komite Eksekutif FIFA sekaligus Presiden UEFA, di Afrika Selatan di sela laga Piala Dunia. Platini setuju bertemu tim pencalonan Qatar. Bin Hammam lalu mengumumkan Platini berencana memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Agustus 2010

Bin Hammam mengatur pertemuan antara Joe Sim, kepala penasihat anggota Komite Eksekutif FIFA dari Thailand Worawi Makudi, dan wakil perdana menteri Qatar. Keduanya membahas soal kontrak bisnis minyak.

September 2010

Bin Hammam mengagendakan pertemuan tim pencalonan Qatar dengan Issa Hayatou, anggota Komite Eksekutif FIFA dari Kamerun. Bin Hammam bersama mereka terbang dengan jet milik kerajaan Qatar ke Yaounde untuk menghadiri pertemuan itu.

Oktober 2010

Bin Hammam mengurus perjalanan tim pencalonan Qatar ke markas UEFA di Nyon, Swiss, untuk mempresentasikan pengajuan Qatar kepada Platini.

November 2010

Bos besar tim pencalonan Qatar Syekh Muhammad bin Khalifah ats-Tsani memuji Bin Hammam sebagai aset terbesar buat mereka. "Dia sangat membantu dalam memandu kami menyebarkan pesan dan dapat menghasilkan pengaruh terbesar. Dia selalu ...di pihak kami."

Desember 2010

Asisten Bin Hammam memesan kamar bagi seluruh anggota tim pencalonan Qatar di Hotel Baur au Lac di Kota Zurich, Swiss. Semua tagihan, termasuk kamar diinapi Bin Hammam, dikirim kepada Hasan ath-Thawadi, ketua eksekutif tim pencalonan Qatar, untuk dibayar.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

01 Maret 2021

TERSOHOR