IQRA

Transformasi Kaum Hawa Saudi (2)

Pengaruh media sosial

Kini 45 persen perempuan Arab Saudi berusia di atas 30 tahun masih lajang dan 40 persen perkawinan berakhir dengan perceraian.

20 Juli 2015 15:10

Ibtisam al-Mutlaq biasanya berabaya dan bercadar serba hitam. Hanya terlihat tangan, putih dan licin, serta kedua mata hitamnya.

Perempuan 30 tahun ini seniman. Pekerjaannya membikin patung. Dia merasa tradisi berlaku di Arab Saudi tidak bertentangan dengan seni kontemporer. Dia merasa dihargai di negara memisahkan kaum hawa dan adam bukan muhrim itu, di negeri mengontrol semua gerak gerik perempuan.

"Barat selalu berupaya melepaskan, tapi kami tidak merasa kami tidak bebas," kata Ibtisam saat ditemui di satu lantai khusus perempuan dalam Mal Kingdom Center di Ibu Kota Riyadh. "Saya bangga menjadi perempuan Arab Saudi."

Di Arab Saudi emansipasi bukan bersifat pribadi tapi politik. Perempuan kerap menjadi bahan perselisihan antara kaum konservatif dan modernis.

Perubahan sedang terjadi di negara Dua Kota Suci ini bisa dilihat dari dua tren. Pertama, tiga dari empat warga Arab Saudi berusia di bawah 30 tahun. Kedua, tidak ada satu negara di dunia di mana kaum mudanya menghabiskan lebih banyak waktu di YouTube ketimbang di Arab Saudi. Dilihat dari jumlah penduduk, rakyat Saudi paling aktif menggunakan Twitter. Mereka begitu bergantung pada telepon pintar.

Sebab tidak banyak hal bisa dilakoni anak-anak muda Saudi. Bioskop diharamkan. Tayangan televisi isinya masalah agama atau program membosankan. YouTube tidak terjangkau sensor pemerintah menjadi hiburan buat mereka.

Kaswara al-Khatib melihat peluang itu. Lelaki 46 tahun ini lalu membuat UTurn, stasiun televisi tayang di YouTube pada 2010. Sejak itu UTurn telah menyajikan beragam tayangan komedi, berita, dan hiburan bagi jutaan orang Arab Saudi.

Kantornya dekat dengan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah. Tidak ada rokok, minuman beralkohol, narkotik, atau kulit kelihatan dalam semua tayangan UTurn. Tapi ada presenter perempuan dan banyak musik.

UTurn konsisten menyajikan rekaman video tidak pernah dibayangkan rakyat Arab Saudi beberapa tahun lalu. "Semua mengerikan ketika saya muda," kata Khatib mengenang kehidupan di negaranya sebelum ada Internet.

Dia dan teman-temannya dulu sering balapan mobil dan melempar kertas-kertas berisi nomor telepon ke para gadis. Berharap ada yang menelepon. Kalau itu terjadi, mereka janjian bertemu di supermarket.

Tapi itu dulu. Sekarang banyak pasangan menikah tadinya teman sekantor. Mereka berbicara di telepon, saling bertukar foto melalui Facebook dan Snapchat. Anak-anak muda Saudi tidak mau lagi dijodohkan. Kini 45 persen perempuan berusia di atas 30 tahun masih lajang dan 40 persen perkawinan berakhir dengan perceraian.

Salah satunya Iman az-Zahrani, 32 tahun. Perawan ini baru pulang dari Montreal, Kanada, setelah meraih gelar magister ilmu komputer. Dia berencana mencari kerja dulu sebelum menikah. "Pemerintah mendukung kaum perempuan bekerja namun masyarakat kami masih sangat konservatif," ujarnya.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

Konsep Kuil Suci ketiga bakal dibangun buat menggantikan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (jta.org)

Tiga sandungan gagalkan pembentukan negara Palestina

Palestina hanya bisa menjadi negara dengan syarat mereka atau Israel mengambil langkah kompromi sangat amat menyakitkan: mengalah untuk urusan Yerusalem. Bisa dipastikan kedua pihak bertikai tidak mau melakoni itu.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Isu Palestina konflik agama

Bagi Palestina dan Israel, merebut dan mempertahankan Yerusalem adalah kewajiban atas nama agama dan itu tidak dapat dikompromikan.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Belah Palestina berkah Israel

Tidak adanya persatuan ini memang diinginkan oleh Israel dan begitulah taktik penjajah: memecah belah rakyat jajahan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

bocah gaza

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.

25 November 2020

TERSOHOR