IQRA

Wabah ISIS di Indonesia (2)

Adu status jihadis ISIS

Tidak ada satu pun jihadis Indonesia memiliki akses ke lingkaran dekat Baghdadi.

26 Oktober 2015 11:37

Apes benar nasib Ahmad Junaidi alias Abu Salman alias Jun. Dengan semangat bergelora dia berangkat ke Suriah untuk bertempur bareng milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk membela Daulah Islamiyah dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi.

Namun semangat jihadnya mengendur karena gaji dijanjikan tidak sesuai. Apalagi dia ditugaskan bukan di medan tempur, tapi menjaga pos pemeriksaan. "Dia tadinya tukang bakso dengan pendapatan rata-rata Rp 2 juta sebulan. Ketika ikut ISIS cuma dapat Rp 800 ribu tiap bulan," kata seorang peneliti ISIS kepada Albalad.co.

Ahmad Junaidi berangkat dalam rombongan beranggotakan 18 orang, dipimpin oleh Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal dari pondok pesantren Al-Mukmin, Malang, Jawa Timur. Pengasuh pondok, Hilmi Muhammad al-Amudi alias Abu Rayyan, juga ikut ke sana.

Takdir Ahmad Junaidi kian buruk sebab sepulangnya dari Suriah, dia ditangkap dan kini menjadi terdakwa bareng lima orang lainnya lainnya dalam kasus terorisme.

Menurut sumber itu, kebanyakan jihadis asal Indonesia tidak diperhitungkan. "Kalau tidak ditugaskan bersih-bersih, ya paling banter jaga pos pemeriksaan," ujarnya. "Mereka baru bertempur kalau pos mereka jaga diserang."

Dalam dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co, Ahmad Junaidi mengaku selama enam bulan berada di basis pertahanan ISIS di Tal Abyad. Selama dia sana dia sempat menjalani latihan militer selama 20 hari sebelum ditempatkan di pos penjagaan, dengan perlengkapan senapan serbu AK-47 dan teropong.

ISIS juga mengenal istilah nepotisme sehingga ada perbedaan status di kalangan jihadis asing bergabung dengan mereka. Para jihadis asal Arab Saudi atau yang kenal dengan para pentolan ISIS, yakni para mantan perwira militer Irak di zaman Saddam Husain, biasanya memiliki sejumlah keistimewaan.

Sumber yang sama memastikan tidak ada satu pun jihadis Indoensia memiliki akses hingga ke lingkaran terdekat Baghdadi. "Koneksi mereka perwira ISIS rendahan atau orang Indonesia sudah duluan di sana," tuturnya.

Wawan Hari Purwanto, staf ahli di BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mengakui ada perbedaan status di kalangan jihadis asing. Meski begitu dia bilang ada juga puluhan orang Indonesia masuk dalam pasukan elite ISIS. "Yang jadi pengebom bunuh diri juga ada dari Indonesia."

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

BNPT: Indonesia tingkatkan kewaspadaan setelah kematian Baghdadi

BNPT juga akan terus memantau pergerakan sel-sel teroris, termasuk ISIS di Indonesia.

Terdakwa Muhammad Basri (berjenggot putih) saat menjalani sidang dalam kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (Albalad.co/Istimewa)

Jaringan perekrut jihadis ISIS

Hasil penelisikan Albalad.co menemukan setidaknya ada lima jaringan perekrut jihadis ISIS di Indonesia, yakni jaringan Jakarta, Cianjur, Malang, Solo, Bukit Tinggi, dan Makassar.

Bahrumsyah alias Abu Muhammad al-Indonesi, dalam rekaman video diunggah ke You Tube mengajak warga Indonesia bergabung dengan ISIS. (You Tube)

Kepincut Daulah Islamiyah

Menurut BNPT, ada sekitar 500-600 orang Indonesia berjihad bareng ISIS.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Salib terjerembab di tanah Arab

"Untuk pertama kali dalam dua ribu tahun, tidak ada layanan gereja di Mosul."





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

31 Oktober 2019
Teman seranjang jam-jaman
08 Oktober 2019

TERSOHOR