IQRA

Donasi Amerika Buat Permukiman Yahudi (1)

Dolar Amerika pemukim Yahudi

Sumbangan dari Amerika Serikat itu juga dipakai buat memberi bantuan hukum bagi teroris Yahudi.

14 Desember 2015 01:02

Para pendonor pribadi di Amerika Serikat menyumbang besar-besaran terhadap permukiman-permukiman orang Yahudi lewat jaringan lembaga nirlaba bebas pajak. Selama 2009-2013, donasi atas permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat berjumlah lebih dari 220 juta atau kini setara Rp 3,07 triliun, menurut hasil investigasi dilakoni wartawan Haaretz Uri Blau.

Bantuan itu dipakai buat beragam keperluan, dari membeli mesin penyejuk udara hingga mendukung keluarga teroris Yahudi. Sumbangan itu berasal dari 50 organisasi berkantor di Amerika.

Karena status mereka nirlaba, organisasi-organisasi ini tidak dikenai pajak penghasilan dan sedekah kepada mereka mendapat pengurangan pajak. Artinya, pemerintah Amerika Serikat memberi insentif dan secara tidak langsung menyokong perluasan permukiman Yahudi, meski secara konsisten isu permukiman itu ditolak oleh tiap pemerintahan Amerika selama 48 tahun terakhir.

Partai-partai sayap kanan Israel pendukung permukiman Yahudi kerap mengkritik organisasi-organisasi berhaluan kiri karena menerima dana asing dan berupaya memotong aliran donasi, ternyata juga menerima sumbangan dari luar negeri dalam jumlah sangat besar tapi dari sumber berbeda.

Lembaga-lembaga non-profit sayap kiri dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menerima banyak sumbangan dari pemerintah dan institusi asing, sedangkan kelompok-kelompok propermukiman Yahudi kebanyakan didukung pendonor pribadi menyumbang melalui organisasi nirlaba.

Aliran dana privat Amerika Serikat ke kelompok-kelompok pendukung permukiman Yahudi

2009 Pendapatan kelompok propermukiman: US$ 44.700.439 Hibah diterima: US$ 36.386.934

2010 Pendapatan kelompok propermukiman: US$ 53.072.506 Hibah diterima: US$ 42.406.412

2011 Pendapatan kelompok propermukiman: US$ 51.540.181 Hibah diterima: US$ 44.468.657

2012 Pendapatan kelompok propermukiman: US$ 59.061.849 Hibah diterima: US$ 46.916.316

2013 Pendapatan kelompok propermukiman: US$ 73.074.508 Hibah diterima: US$ 54.517.970

Kurangnya keterbukaan di Amerika Serikat dan Israel menyulitkan upaya memperoleh informasi menyeluruh soal identitas semua penyumbang, namun sejumlah donatur adalah orang terkenal dan termasuk para pendonor utama buat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Beberapa juga penyumbang bagi Partai Republik di Amerika Serikat.

Bantuan hukum untuk teroris Yahudi

Dilakukan sepanjang tahun lalu, investigasi Haaretz menganalisis ribuan dokumen pajak dan dokumen resmi milik lusinan organisasi nirlaba di Amerika dan Israel.

Hasilnya, paling sedikit 50 organisasi di seantero Amerika Serikat terlibat dalam pengumpulan dana untuk permukiman dan kegiatan permukiman di wilayah Palestina terjajah.

Pendapatan mereka selama 2009 hingga 2013 lebih dari US$ 281 juta (Rp 3,9 triliun). Kebanyakan berasal dari donasi, sebagian merupakan keuntungan dari investasi.

Hampir 80 persen dari pendapatan ini, sekitar US$ 224 juta (Rp 3,1 triliun) dikirim ke wilayah penjajahan sebagai hibah, sebagian besar melalui organisasi nirlaba Israel.

Pada 2013 saja, organisasi-organisasi ini mengumpulkan US$ 73 juta (Rp 1,02 triliun) dan memberikan US$ 54 juta (Rp 753,6 miliar) dalam bentuk hibah. Data awal di 2014 mengisyaratkan angka tahun lalu bisa lebih tinggi ketimbang 2013.

Sebagian dana hibah itu dipakai buat memberikan bantuan hukum bagi orang-orang Yahudi menjadi tersangka atau telah divonis bersalah dalam kasus terorisme, dan mendukung keluarga mereka lewat organisasi nirlaba Israel bernama Honenu.

Honenu adalah organisasi Zionis Israel memberi bantuan hukum bagi orang Yahudi untuk melindungi hak mereka dalam menjalani proses hukum adil. Klien Honenu sekitar seribu orang setahun. Laporan tahunan menunjukkan Honenu tahun lalu menerima sumbangan dana dari Amerika Serikat US$ 155 ribu (Rp 2,2 miliar) atau seperlima dari total pendapatan mereka.

Para penerima donasi itu termasuk keluarga Ami Popper, pembunuh tujuh pekerja Palestina pada 1990, dan para anggota Bat Ayin Underground, berusaha meledakkan sebuah bom di sekolah khusus perempuan di Yerusalem Timur pada 2002.

Di masa lalu, Honenu juga mengumpulkan fulus buat Yigal Amir, pembunuh Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan kini tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup.

"Honenu, sebuah organisasi bantuan hukum, selalu beroperasi dalam koridor hukum dan hanya sejalan dengan tujuan organisasi," kata Honenu lewat pernyataan tertulis kepada Haaretz. Demi kerahasiaan, organisasi ini tidak bersedia menjelaskan per kasus. Honenu bilang mereka sudah memberikan bantuan atas ribuan tersangka, termasuk polisi, tentara, dan warga sipil.

Dari yeshiva hingga membeli bangunan

Salah satu organisasi nirlaba terbesar di Amerika Serikat terlibat dalam pendanaan permukiman Yahudi di Tepi Barat adalah Hebron Fund, berkantor di Brooklyn, Kota New York.

Selama 2009-2014, Hebron Fund telah mentransfer US$ 5,7 juta (Rp 79,5 miliar) ke permukiman Yahudi di Hebron. Kebanyakan dana ini digunakan untuk membangun taman, arena bermain, dan perpustakaan. Pemakaian sumbangan itu sesuai tujuan Hebron Fund, yakni "Peningkatan kehidupan sehari-hari bagi penduduk Yahudi di Hebron."

Donasi itu dipakai pula untuk membayar gaji bulanan (totalnya ratusan ribu shekel) Menachem Livni, memimpin organisasi nirlaba Komunitas Yahudi di Hebron selama 2010-2012.

Livni, salah satu pemimpin organisasi the Jewish Underground, beroperasi di wilayah Palestina pada 1980-an, divonis hukuman seumur hidup karena membunuh tiga pelajar Palestina serta melukai dua wali kota Palestina dan satu polisi perbatasan. Namun baru menjalani hukuman enam tahun, Livni dibebaskan.

Direktur Eksekutif Hebron Fund Dan Rosenstein menolak menjawab pertanyaan seputar kegiatan organisasi atau para penyumbang dan penerima donasi.

Donatur utama lainnya adalah the Central Fund of Israel (CFI), beroperasi di luar kantor sebuah perusahaan tekstil, dimiliki Marcus bersaudara, di kawasan garmen Manhattan. Pendapatan organisasi ini lebih dari US$ 18 juta pada 2013, naik US$ 3 juta dibanding tahun lalu. Dari laporan tahun lalu, CFI berhasil mengumpulkan US$ 25 juta dan hampir US$ 23 juta dikirim ke Israel.

Penerima dana dari CFI di antaranya adalah yeshiva Od Yosef Chai di permukiman Yitzhar, Tepi Barat. Kepala yeshiva, Rabbi Yitzhak Shapira dan Rabbi Yosef Elitzur, merupakan penulis buku the King's Torah (Torat Hamelech), berisi kondisi-kondisi di mana membunuh orang non-Yahudi dibolehkan.

Polisi sudah memeriksa kedua rabbi itu, namun mereka tidak diproses hukum atas tuduhan menyebarkan kebencian rasial. Tahun lalu, setelah terjadi serangan terhadap tentara Israel, Polisi perbatasan mengambil alih yeshiva itu beberapa bulan.

Dalam pertemuan dengan seorang reporter Haaretz, Direktur CFI Jay Marcus bilang organisasinya menyalurkan donasi ke sejumlah organisasi nirlaba Israel beroperasi di wilayah Israel dan wilayah jajahan Palestina. Dia menolak menyebut persentase mengalir ke permukiman Yahudi. Dia mengatakan itu bukan masalah dan menegaskan uang sumbangan ini bukan untuk kepentingan politik.

Meski menerima dolar Amerika Serikat dalam jumlah sangat besar, Israel dan para pembayar pajaknya merupakan penyokong utama permukiman Yahudi. Keamanan, pembangunan infrastruktur dan pendidikan, kegiatan keagamaan dan kebudayaan semuanya dibiayai oleh warga negara Israel, baik secara langsung atau melalui balai kota, dewan regional, dan saluran lainnya.

Duit datang dari Amerika Serikat bukan hanya dipakai buat menambah kemewahan permukiman Yahudi, dialirkan ke pendidikan agama (seperti membiayai yeshiva Neveh Shmuel di Efrat), meningkatkan kondisi kehidupan (membeli mesin penyejuk udara untuk ruang makan di sekolah Ohr Menachem di Kiryat Arba), fasilitas penunjang (pembangunan jalan antar permukiman di Blok Etzion), tapi juga untuk membeli beragam bangunan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur (termasuk sebuah rumah di samping kuburan Rachel, dekat Bethlehem).

Jawaban Gedung Putih

Ketika ditanya apakah pemberian status bebas pajak terhadap organisasi-organisasi ini tidak melanggar posisi Amerika Serikat soal permukiman Yahudi, seorang pejabat senior Gedung Putih bilang kepada Haaretz, kebijakan tiap pemerintah Amerika sejak 1967, Demokrat dan Republik, sama, yakni menolak permukiman Yahudi di luar batas sebelum Perang Enam Hari 1967.

"Pemerintahan sekarang tidak berbeda," kata pejabat itu. Dia bilang sesuai kebijakan permanen Amerika Serikat, pemerintahan Barack Obama tidak pernah membela atau menyokong kegiatan terkait permukiman Yahudi. "Kami tidak mendukung segala kegiatan akan memberi legitimasi kepada mereka."

Ada banyak kelompok di Amerika Serikat mendukung segala hal terkait permukiman Yahudi di Tepi Barat dan terdaftar sebagai organisasi amal, sehingga mereka bebas pajak dan sumbangan buat mereka mendapat potongan pajak. Hal ini memicu perdebatan.

Hasil investigasi Haaretz menunjukkan Amerika Serikat diam-diam mendukung, perkembangan permukiman Yahudi lewat pemberian status bebas pajak, sebuah proses selama ini dikecam keras oleh pemerintah Amerika.

Gadis-gadis pengungsi asal Suriah di sebuah kamp di Libanon. (Unicef)

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

Bangunan berisi kubur Imam Musa al-Kazhim, salah satu tempat paling dikeramqtkan kaum Syiah, terletak di Distrik Kazhimiyah, Ibu Kota Baghdad, Irak. (Twitter)

Teman seranjang jam-jaman

Akad nikah berjalan singkat. Seorang ulama bertindak sebagai penghulu menanyakan apakah Rusul menerima uang lamaran US$ 200.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Banyak informasi hilang seputar kontrak penjualan

Pesawat mata-mata kedua pesanan UEA masih menjalani uji terbang di timur laut London.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Kochavi serba rahasia

Dia juga mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur dan jaringan untuk menciptakan Abu Dhabi sebagai kota pintar.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

12 Oktober 2019
Teman seranjang jam-jaman
08 Oktober 2019
Kochavi serba rahasia
22 September 2019
Kongkalikong AIS dan AGT
02 September 2019

TERSOHOR