IQRA

Hikayat Qatar (3)

Bebas hingga batas tertentu

Ketika kaum hawa di Arab Saudi baru diizinkan mengemudi mulai Juni tahun ini, perempuan Qatar sudah menyetir mobil sejak beberapa puluh tahun lalu. Di Qatar juga ada bioskop, bar, dan bahkan balapan kuda bagi joki perempuan.

14 Februari 2018 06:45

Di jantung Ibu Kota Doha, di belakang istana di mana Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifah ats-Tsani menggela rapat dua kali sepekan, terdapat sebuah museum mengenai masa kelam negara itu.

Bin Jalmud House menampilkan serangkaian dokumentasi sejarah soal perbudakan di Qatar, baru dihapus pada 1952. Sebuah rekaman video diputar dalam museum itu menggambarkan penderitaan para budak Afrika, diangkut pakai kapal dari Zanzibar untuk menyelam buat mencari mutiara, sumber pendapatan utama Qatar hingga pertengahan abad ke-20.

Perdagangan budak itu sungguh tidak bermoral. Pada 1926, seorang penyelam dihargai 1.200 rupee, kemudian naik menjadi US$ 550. Sedangkan harga seorang tukang masak pada 1909 adalah 1.500 rupee.

Museum Bin Jalmud, dibuka karena keingin pemerintah untuk menghapus dosa masa lalu, merupakan cermin dari keluarga Ats-Tsani untuk masa depan negara mereka - keterbukaan dan pencerahan, ketimbang Arab Saudi, tapi lebih terbatas dibanding Dubai di Uni Emirat Arab.

Ketika kaum hawa di Arab Saudi baru diizinkan mengemudi mulai Juni tahun ini, perempuan Qatar sudah menyetir mobil sejak beberapa puluh tahun lalu. Di Qatar juga ada bioskop, bar, dan bahkan balapan kuda bagi joki perempuan. Meski Qatar juga berpandangan Islam Wahabi, tapi tidak ada hukum penggal kepala atau ganjalan lainnya untuk modernisasi.

Syekh Tamim mengagungkan nilai-nilai demokrasi. Dalam setengah abad mendatang, dia baru-baru ini bikin prediksi, stasiun televisi Al-Jazeera akan mengubah seluruh gagasan mengenai kebebasan berpendapat di Timur Tengah dan itu sudah terwujud.

Namun keterbukaan di Qatar ada batasnya.

Pada 2012, seorang penyair Qatar divonis penjara seumur hidup atas dakwaan menghina keluarga emir. Syekh Tamim mengampuni dia pada 2016. Al-Jazeera menawarkan liputan khusus terhadap para pemimpin negara Arab lainnya, dengan syarat mereka harus berlaku baik kepada keluarga emir.

Sejak 2016, pemerintah memblokir Dooha News, situs berita kritis. Pada 2005, pemerintah mencabut status kewarganegaraan lima ribu orang Qatar lantaran dituduh tidak nasionalis.

Walau 90 prsen dari tiga juta penduduk Qatar adalah ekspatriat, tapi hak-hak pekerja asing itu tidak dihargai. Persiapan Piala Dunia 2022 di Qatar dicoreng oleh laporan pelanggaran hak asasi manusia terhadap buruh asing. Sebuah undang-undang baru disahkan Oktober tahun lalu bisa memperbaiki hal ini kalau sudah diberlakukan.

Museum Bin Jalmud tidak sesepi kelihatannya. Meski itu proyek kerajaan, namun peresmiannya pada 2015 tidak seriuh proyek lainnya.

Alhasil, cuma sedikit orang Qatar tahu tentang museum tersebut dan kerap sepi pengunjung.

Pemimpin kaum Syiah di Irak Ayatullah Ali Sistani. (Press TV)

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

Seorang anak di Kota Najaf, selatan Irak, membantu ayahnya membagikan air kepada para peziarah. (Twitter)

Gadis 13 tahun masih perawan maharnya Rp 2,8 juta

"Pernikahan kontrak (kawin mut'ah) dilarang kalau hanya sekadar untuk menjual seks, sebuah cara merendahkan kehormatan dan kemanusiaan kaum hawa," tutur Ayatullah Ali al-Sistani.

Gadis-gadis pengungsi asal Suriah di sebuah kamp di Libanon. (Unicef)

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

Bangunan berisi kubur Imam Musa al-Kazhim, salah satu tempat paling dikeramqtkan kaum Syiah, terletak di Distrik Kazhimiyah, Ibu Kota Baghdad, Irak. (Twitter)

Teman seranjang jam-jaman

Akad nikah berjalan singkat. Seorang ulama bertindak sebagai penghulu menanyakan apakah Rusul menerima uang lamaran US$ 200.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

31 Oktober 2019
Teman seranjang jam-jaman
08 Oktober 2019

TERSOHOR