IQRA

Liputan dari Qatar (4)

Mengintip persiapan Piala Dunia 2022

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022.

27 Maret 2018 19:07

Saya membayangkan Piala Dunia 2022 akan berlangsung di Qatar empat tahun mendatang bakal menjadi turnamen paling megah sepanjang sejarah.

Setidaknya kemegahan itu terasa saat saya bareng Rusman, penulis asal Makassar, didampingi oleh Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Doha Anwar Luqman Hakim, serta seorang staf memasuki gedung tempat panitia Piala Dunia 2022, Supreme Committee for Delivery & Legacy (SCDL), berkantor di Ibu Kota Doha Ahad pagi lalu.

Kami ditemui oleh Media Specialist SCDL Abilash Nalappat dan Head of Newsroom SCDL Matthias Krug. Selama sekitar jam, Krug menjelaskan kepada kami mengenai persiapan Qatar untuk menjadi negara Arab dan muslim pertama menggelar turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu, melalui foto atau rekaman video, seperti dilaporkan oleh wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Doha.

Kami diajak berkeliling melihat perkembangan sepak bola Qatar, termasuk kronologi hingga Qatar dinyatakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dalam pemilihan dilangsungkan di Kota Zurich, Swiss.

Adalah para pekerja di industri minyak memperkenalkan sepak bola kepada rakyat Qatar pada 1940-an. Klub sepak bola pertama dibentuk di negara Arab supertajir ini bernama An-Najah pada 1950, kemudian berganti nama menjadi Al-Ahli.

Satu dawarsa berselang, QFA (Asosiasi Sepak Bola Qatar) dbentuk, disususl dengan Liga Qatar pada 1963-1964 dan menggunakan Stadion Doha sebagai tempat pertandingan. Stadion ini merupakan lapangan sepak bola berumput pertama di kawasan Arab Teluk.

Pada 1970, Qatar membentuk tim nasional dan berlaga pertama kali menghadapi Bahrain di Piala Teluk. Di tahun sama, QFA bergabung ke dalam FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional). Dua tahun kemudian, QFA menjadi anggota AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

Pesepak bola legendaris asal Brasil, Pele, bermain di klub Santos, berkunjung ke Qatar dan mengadakan laga persahabatan pada 1973.

Krug menerangkan pula SCDL memperhatikan segala faktor keamanan dan kenyamanan bagi para buruh mengerjakan proyek infrastruktur untuk Piala Dunia 2022, kebanyakan dari negara-negara Asia Selatan.

Saya kira tadinya kami bisa mengunjungi salah satu stadion, terutama Stadion Khalifah Internasional berlokasi di Doha. Tapi Krug bilang saya mesti mengajukan permohonan dua hari sebelumnya.   

Saya hanya bisa melihat stadion itu dari luar saat mengunjungi Mal Villagio karena letaknya bersebelahan.

Patut disayangkan, Indonesia belum masuk dalam agenda promosi Piala Dunia 2022. Padahal, sebagai calon tuan rumah pertama dari negara muslim, Qatar mesti sowan ke Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

Apalagi, sepak bola di tanah air amat tersohor dan tradisi bola kaki di Indonesia jauh lebih lama ketimbang Qatar.

Kerisauan itupun saya tuangkan dalam pesan terpampang di daftar tamu elektronik, dilengkapi foto diri dan tanda tangan saya.        

Pemimpin kaum Syiah di Irak Ayatullah Ali Sistani. (Press TV)

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

Seorang anak di Kota Najaf, selatan Irak, membantu ayahnya membagikan air kepada para peziarah. (Twitter)

Gadis 13 tahun masih perawan maharnya Rp 2,8 juta

"Pernikahan kontrak (kawin mut'ah) dilarang kalau hanya sekadar untuk menjual seks, sebuah cara merendahkan kehormatan dan kemanusiaan kaum hawa," tutur Ayatullah Ali al-Sistani.

Gadis-gadis pengungsi asal Suriah di sebuah kamp di Libanon. (Unicef)

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tuan rumah minus tradisi

Kehadiran Xavi Hernandez, mantan bintang FC Barcdelona sekaligus bekas kapten tim nasional Spanyol, belum cukup untuk mendongkrak warga Qatar menjadi penggila bola.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Kawin mut'ah tidak terhormat dan mirip pelacuran

"Bagi kami, seorang ulama itu sangat istimewa tapi akhirnya saya menyadari pemakai sorban itu penipu," tutur Rana.

31 Oktober 2019
Teman seranjang jam-jaman
08 Oktober 2019

TERSOHOR