IQRA

Kawin Kontrak di Irak (2)

Gonta ganti suami, pakai kontrasepsi

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

12 Oktober 2019 04:29

Rusul memutuskan untuk menemui ulama menikahkan dirinya dengan suami sudah pergi. Dia bilang ulama itu sepertinya sudah menanti kedatangannya, seperti dilansir dari hasil investigasiĀ BBC.

Nikah mut'ah atau kawin kontrak adalah tradisi sudah berlangsung sejak Islam belum datang di Iran dan Arab Saudi. Sekarang ini mut'ah direstui ulama-ulama Syiah di Irak dan Iran, sebagian besar penganut Syiah aliran 12 Imam atau imamiyah.

Para pakar menilai nikah mut'ah dalam ajaran Syiah untuk kesenangan belaka bukan untuk menghasilkan keturunan. Kawin kontrak semacam ini berabad-abad lalu biasanya terjadi di tempat-tempat ziarah atau pusat-pusat perdagangan, di mana banyak lelaki kesepian karena bepergian jauh dari kampung halamannya.

Nikah mu'tah harus memiliki kontrak berisi berapa lama perkawinan akan berlangsung dan berapa kompensasi biaya akan diberikan kepada istri sementara itu. Biasanya kontrak dilakukan lewat lisan.

Lama pernikahan mulai sejam hingga 99 tahun. Suami tidak wajib menanggung biaya hidup istrinya dan berhak menceraikan pasangannya kapan saja.

Nikah mut;ah diharamkan di kalangan Sunni. Namun beberapa ulama Sunni membolehkan alternatif lain seperti misyar, sejatinya berlaku sama seperti mut'ah. Juga dikritik lantaran hanya memanfaatkan kaum hawa.

Para pendukung nikah mut'ah mengatakan hal ini bisa menjauhkan mereka dari berzina. Tapi pernikahan bersifat sementara ini rawan ssoal eksploitasi terhadap perempuan.

Dalam kasus gadis-gadis belia seperti Rusul, mereka cuma menjadi korban penganiayaan. Apalagi kawin kontrak semacam itu tidak diakui dalam hukum positif berlaku di Irak.

Undang-undangnya menyatakan siapa saja berhubungan seks dengan seorang gadis atau wanita di luar nikah, bisa dipenjara hingga tujuh tahun kalau perempuannya berumur 15-18 tahun. Hukuman penjaranya dapat meningkat sampai 15 tahun, jika perempuannya berusia di bawah 15 tahun.

Rusul sadar dia mesti berusaha keras buat bertahan hidup dengan gaji kecil dia peroleh. Pendidikan rendah pernah dia tempuh membikin dia sulit mendapatkan pekerjaan lebih baik. Dia juga paham dirinya tidak lagi perawan, sehingga susah mendapatkan lelaki ingin menjadikan dia istri tetap seumur hidup.

"Ulama itu telah menjadi mediator bagi saya, dia memberikan saya pekerjaan," kata Rusul. "Jadi saya tidak punya pilihan selain mengikuti perintahnya."

Akhirnya Rusul berkali-kali menjalani nikah mut'ah. Dia tidak mau berterus terang berapa penghasilan dia dapat dari kawin kontrak itu. Dia mengungkapkan ulama itu memperoleh bayaran dari klien kemudian diberikan kepada dirinya sebagai uang mahar.

Rusul bilang lama pernikahan beragam, dari hitungan jam hingga beberapa pekan saja. "Ketika sang syekh memanggil dan bilang, 'Saya mendapatkan seorang lelaki cocok untukmu,' Saya tidak bisa mengatakan tidak."

Sejauh ini Rusul sudah tidur seranjang dengan lusinan pria dalam ikatan kawin kontrak. Sampai-sampai dia lupa angka pastinya.

Ulama itu menyuntikkan kontrasepsi agar dirinya tidak hamil. "Kawin kontrak semacam ingin sangat mewabah di Irak. Ada banyak gadis senasib dengan saya," ujar Rusul.

Saif al-Adl sebelum peristiwa serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaidah. (Tangkapan layardari video Departemen Pertahanan Amerika Serikat)

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl. (FBI)

FBI salah orang, mengira Saif padahal Makkawi

Pada 1987, Hasan mengantar adiknya, Saif, ke Bandar Udara Kairo untuk terbang ke Makkah buat berumrah sebelum mencari pekerjaan. Itulah terakhir kali keluarganya melihat Saif.

Pemimpin Al-Qaidah Saif al-Adl (FBI)

Saif al-Adl: setia, efisien, dan pragmatis

Saif adalah pemimpin baru Al-Qaidah lebih berbahaya ketimbang Bin Ladin.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika sokong Israel berjaya

Sejak 1985, Amerika memberikan hibah untuk kepentingan militer hampir US$ 3 miliar saban tahun buat Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik IQRA Terbaru

Bergabung dengan gerakan jihad

Pada 1991, Saif naik menjadi pimpinan Al-Qaidah lapis kedua, hanya menerima perintah dan melapor kepada Bin Ladin dan tiga orang kepercayaannya.

01 Maret 2021

TERSOHOR