kabar

Saudi akan izinkan wilayah udaranya dipakai Israel buat serang Iran

"Pemerintah Saudi sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel dalam semua hal terkait Iran," kata seorang pejabat senior Uni Eropa.

25 Februari 2015 02:19

Dalam pembicaraan rahasia dengan para pejabat Uni Eropa, Arab Saudi menyatakan bakal mengizinkan wilayah udaranya dipakai oleh jet-jet tempur Israel buat menyerang Iran.

Mengutip seorang pejabat senior Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia, stasiun televisi Channel 2 kemarin melaporkan lampu hijau akan diberikan dengan syarat ada kemajuan dalam perundingan Palestina-Israel. "Pemerintah Saudi sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel dalam semua hal terkait Iran," katanya.

Riyadh dan Tel Aviv memang tidak memiliki hubungan diplomatik, tapi sejumlah laporan menyebutkan kedua negara telah bekerja sama bertahun-tahun menangani musuh bersama mereka, yakni Iran.

Bukan hanya Israel dan Barat saja mencemaskan program nuklir Iran. Negara-negara Arab, seperti Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, juga curiga negeri Mullah itu tengah mengembangkan senjata pemusnah massal.

Seorang pejabat Arab, menurut surat kabar the Wall Street Journal Jumat pekan lalu, mengungkapkan pihaknya lebih senang agar kesepakatan soal nuklir Iran tidak tercapai.

Keinginan serupa juga dilontarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jauh-jauh hari. Bahkan dalam pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tiga tahun lalu, dia mendesak masyarakat internasional segera bertindak mencegah Iran membikin bom nuklir karena negara itu tinggal setahun lagi mampu mewujudkan itu.

Tapi keyakinan Mossad berlainan dengan Netanyahu. Dinas rahasia luar negeri Israel ini melihat Iran tidak berniat membuat senjata nuklir. Program nuklir sedang mereka kerjakan masih dalam tahap diakui oleh hukum internasional.

Teheran berkali-kali membantah sedang mengembangkan senjata nuklir. Para pemimpin Iran menegaskan proyek nuklir mereka buat kepentingan energi.

Israel seolah lupa mereka jauh lebih dulu mengembangkan senjata pemusnah massal. "Israel telah mempunyai 200 bom nuklir," kata Mordechai Vanunu, pembocor rahasia nuklir Israel, saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya pada 2004.

Kiri ke kanan: mantan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel), bos baru Mossad David Barnea, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam acara pelantikan Barnea pada 1 Juni 2021. (Koby Gideon/GPO)

Bos baru Mossad akan lanjutkan misi bunuh ilmuwan dan serang fasilitas nuklir Iran

"Ancaman terbesar terhadap kami adalah ancaman nyata dari upaya Iran untuk mempersenjatai dirinya dengan senjata nuklir," ujar Netanyahu. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad Yossi Cohen. (Chaim Tzach/GPO)

Biden bertemu direktur Mossad di Washington DC

Pertemuan itu dirahasiakan dan Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif di kantornya di Jakarta, 19 April 2021. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

Jenazah Brigadir Jenderal Muhsin Fakhrizadeh Mahabadi, kepala program nuklir Iran dibunuh Mossad pada 27 November 2020. (Twitter)

Iran akui Israel telah mencuri dokumen rahasia nuklir mereka

Pencurian itu dilakukan oleh Mossad pada 2018.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR