kabar

Erdogan perintahkan semua makanan buat dirinya dicek di laboratorium

Dia ingin memastikan makan dan minuman dia konsumsi aman dari radiasi, bahan kimia, serta bakteri.

04 Maret 2015 09:35

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintakan semua makanan dan minuman buat dirinya agar dicek di laboratorium lebih dulu. Kebijakan ini diambil agar presiden ke-12 Turki ini terhindar usaha pembunuhan dengan cara diracun.

Cevdet Erdol, dokter pribadi presiden, menjelaskan pemeriksaan ini dilakoni baik saat Erdogan berada di Turki atau tengah melawat ke negara lain. Saat ini akan dibangun sebuah laboratorium analisa makanan dalam kompleks Istana Putih menjadi tempat tinggal Erdogan untuk memastikan semua makanan dan minuman buat sang presiden aman dikonsumsi.

"Sekarang ini bukan hal biasa lagi membunuh pemimpin memakai peluru," kata Erdol kepada surat kabar the Hurriyet Daily News kemarin.

Dia menambahkan nantinya semua sajian makanan dan minuman buat Erdogan bakal diuji di laboratorium itu oleh para ahli terlatih untuk mencegah dari radiasi, bahan kimia, serta bakteri. Juga akan ada satu tim darurat beranggotakan lima orang bersiaga 24 jam. "Untungnya sejauh ini tidak ada kejadian serius," ujar Erdol seraya menambahkan makanan dan minuman untuk Erdogan dibeli hanya dari sumber-sumber terpercaya.

Presiden kedelapan Turki Turgut Ozal selamat dari sebuah usaha pembunuhan pada 1998 ketika seorang lelaki dari kelompok sayap kanan menembak dia di acara kongres partai. Keluarganya selama ini meyakini Ozal - meninggal di kantornya pada 1993 tanpa sebab jelas - diracun, tapi pengadilan tiga tahun lalu menepis tudingan itu.

Erdogan Januari lalu menunjuk Ibrahim Saracoglu, profesor biokimia dan mikrobiologi dikenal atas penelitiannya soal efek penyembuhan dari tanaman, sebagai salah satu penasihatnya.

Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menerima lawatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 2005. (GPO)

Partainya Erdogan benarkan Turki dan Israel sepakati peningkatan hubungan

Turki merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim pertama mengakui Israel pada 1949. 

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Erdogan klaim hubungan Turki-Israel penting bagi stabilitas Timur Tengah

Kedua pemimpin sependapat pentingnya Turki dan Israel untuk bekerjasama di tiga bidang sangat prospektif, yakni energi, pariwisata, dan teknologi. 

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Erdogan: Kami ingin hubungan lebih baik dengan Israel

Turki adalah negara muslim pertama mengakui Israel dan menjalin hubungan resmi sejak 1949.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ucapkan selamat Natal

Erdogan dijadwalkan berkunjung ke Indonesia tahun depan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR