kabar

Khilafahbook, media sosial bikinan ISIS

Terlihat amatiran dan sudah tidak beroperasi lagi.

10 Maret 2015 10:08

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah membikin sebuah media sosial bernama Khilafahbook. Hanya saja jejaring pertemanan ini terlihat amatiran dan sudah tidak beroperasi lagi.

Situs ini diklaim menjadi sarana komunikasi antara ISIS dan pendukungnya lantaran sudah menghadapi larangan di Twitter serta Facebook. Twitter bahkan telah menjadi sarana propaganda utama ISIS.

Walau Twitter sudah menutup sekitar 90 ribu akun terkait milisi radikal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu, namun belum mampu menyetop penyebaran pesan mereka. Bahkan, menurut penelitian dari the Brookings Institute, selama September-Desember tahun lalu terdapat setidaknya 46 ribu akun milik penggemar ISIS.

Di laman depan Khilafahbook terdapat foto peta dunia dengan logo ISIS di wilayah-wilayah telah mereka kuasai. Media sosial ini dibangun menggunakan kerangka SocialKit, bisa diunduh dan digunakan siapa saja buat membikin media sosial sendiri.

Khilafahbook dibangun oleh seorang lelaki di Kota Mosul, Irak. Meski dia mendaftarkan nama negaranya sebagai Negara Islam, situs ini memiliki server di Mesir. Situs ini belum kebanjiran pengguna dan nama domainnya diduga dibeli dari perusahaan laman web GoDaddy.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Ratusan jihadis ISIS asal Indonesia ditahan di Irak dan Suriah

Paling banyak ada 200 jihadis ISIS dari Indonesia ditahan oleh militer Irak.

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

48 warga Indonesia sedang bertempur di Yaman

Di Afghanistan, terdapat kurang dari selusin warga Indonesia bergabung dengan ISIS.

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Peneliti ISIS tersohor dibunuh di Baghdad

Albalad.co bulan lalu sempat mewawancarai Husyam. Ketika itu dia mengatakan saat ini ada enam hingga tujuh ribu pejuang ISIS aktif di Irak dan Suriah.





comments powered by Disqus