kabar

Mesir pecat 41 hakim pendukung Al-Ikhwan al-Muslimun

Sebanyak 31 dari 41 hakim itu diberhentikan lantaran telah meneken sebuah pernyataan mengecam pelengseran Presiden Muhammad Mursi.

15 Maret 2015 02:02

Dewan Disiplin diketuai Hakim Nabil Zaki kemarin memerintahkan 41 hakim untuk segera pensiun, namun dia tidak menjelaskan alasan putusannya itu.

Sejumlah sumber di lingkungan kehakiman Mesir mengungkapkan 41 hakim itu dipecat karena menyokong Al-Ikhwan al-Muslimun, kelompok telah dicap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah dan dilarang di seantero Mesir. Presiden Abdil Fattah as-Sisi sudah menyatakan Al-Ikhwan merupakan ancaman bagi keamanan negara.

Sumber-sumber itu menjelaskan 31 hakim diberhentikan lantaran telah meneken sebuah pernyataan mengecam pelengseran Presiden Muhammad Mursi. Sepuluh hakim lainnya dicopot karena bergabung dengan Hakim Buat Mesir merupakan kelompok pendukung Al-Ikhwan bahkan sebelum Mursi dikudeta.

Hukum di Mesir melarang hakim berpolitik. Namun menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para pengkritik, Dewan Disiplin telah menutup mata terhadap hakim-hakim secara terbuka mendukung Presiden Sisi terpilih lewat pemilihan umum tahun lalu.

Pemerintah menyatakan lembaga kehakiman bersifat independen dan mereka tidak mencampuri kerja institusi itu.

"Keputusan itu amat mengejutkan dan merupakan pembantaian terhadap para hakim," kata Ahmad al-Khatib, salah satu hakim dipecat. Tapi dia tidak mau berkomentar apakah dia memang penyokong Al-Ikhwan.

Sebanyak 41 hakim dipecat ini berhak mengajukan banding atas keputusan itu.

Salat Jumat di sebuah masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi pecat lebih dari seratus imam dan penceramah karena tolak kecam Al-Ikhwan dalam khotbah Jumat

Dewan Fatwa Al-Azhar di Kairo pekan lalu menetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun merupakan organisasi teroris. Siapa saja diharamkan untuk bergabung ke kelompok ini.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh. (Arab News)

Saudi pecat imam masjid dan dai tidak bacakan keputusan soal Al-Ikhwan organisasi teroris

Saudi akan buru imam dan dai bersimpati pada kelompok Al-Ikhwan.

Mufti Agung sekaligus Ketua Dewan Ulama Senior Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh duduk di sebelah ulama senior dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun, Syekh Yusuf al-Qardawi. (Twitter)

Dewan Ulama Senior Saudi tetapkan Al-Ikhwan organisasi teroris

Al-Ikhwan pernah berkuasa di Mesir setelah menang pemilihan umum pada 2012, setahun setelah revolusi berhasil menggulingkan Presiden Husni Mubarak.

Prosesi penguburan Abdullah Mursi di Nasr City, Ibu Kota Kairo, Mesir, pada 6 September 2019 pukul dua dini hari, dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Abdullah dimakamkan di samping kubur ayahnya, mantan Presiden Mesir Muhamnad Mursi. (Twitter)

Jenazah putra bungsu Mursi dikubur dini hari dengan pengamanan ketat

"Nama Mursi menakutkan bagi mereka (penguasa). Lihatlah bagaimana mereka ketakutan terhadap jenazah putra bungsu Mursi berumur 25 tahun. Mereka mengubur mayatnya di tengah pekatnya malam dengan pengamanan ketat."





comments powered by Disqus