kabar

Putra mantan presiden Iran divonis 15 tahun penjara

Mahdi Hasyimi Rafsanjani dikenai dua dakwaan korupsi dan satu dakwaan mengancam keamanan negara.

16 Maret 2015 12:08

Pengadilan Revolusi di Ibu Kota Teheran, Iran, telah menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara bagi Mahdi Hasyimi Rafsanjani, putra dari mantan Presiden Ayatullah Akbar Hasyimi Rafsanjani.

Jaksa Agung Iran Ghulam Husain Muhsini Ajahi kemarin mengungkapkan pengadilan mengenakan Mahdi dua dakwaan korupsi dan satu dakwaan mengancam keamanan negara. Untuk dua dakwaan korupsi Mahdi menerima vonis tujuh dan lima tahun penjara, sedangkan buat kasus keamanan negara dia mendapat hukuman tiga tahun kurungan.

Ajahi menambahkan Mahdi juga mesti membayar denda, mengembalikan aset kepada negara, serta dilarang menduduki jabatan politik. "Hukuman itu belum final. Terdakwa dan pengacaranya memiliki waktu 20 hari buat mengajukan banding," katanya kepada kantor berita pemerintah IRNA.

Mahdi, anak kedua dari Rafsanjani, mulai menjalani sidang tertutup Agustus tahun lalu dengan dakwaan memicu kerusuhan sehabis pemilihan umum 2009 dimenangkan Mahmud Ahmadinejad. Pengusaha 45 tahun ini sempat ditahan atas dakwaan korupsi tahun lalu dan pada 2012.

Rafsanjani kini Ketua Dewan Kebijaksanaan, sebuah lembaga berpengaruh dan anggotanya tidak dipilih. Dia pernah menjabat presiden dua periode sejak 1989 hingga 1997. Dia merupakan teman dekat dari pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Sejumlah pihak mengkritik pengadilan terhadap Mahdi sebagai upaya melemahkan Rafsanjani menjelang pemilihan anggota parlemen sekaligus pemilihan anggota Majelis Ahli Februari tahun depan. Majelis Ahli berwenang menunjuk dan memberhentikan pemimpin tertinggi Iran.

Sejak Rafsanjani menyokong Hasan Rouhani dalam kampanye pemilihan presiden pada 2013 dan akhirnya terpilih, keluarganya mendapat banyak tekanan. Mereka juga dikenai pelbagai kasus di pengadilan.

Presiden Rouhani telah bersumpah memerangi korupsi di Iran. Mahdi Hasyimi Rafsanjani ialah tokoh kedua dipenjara tahun ini atas dakwaan korupsi.

Muhammad Riza Rahimi, wakil presiden semasa rezim Mahmud Ahmadinejad, Januari lalu divonis lima tahun penjara. Pengadilan memutus dia bersalah atas dakwaan pencucian uang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.





comments powered by Disqus