kabar

Pangeran Muhammad dan kemudi Perang Yaman

Dia berhasil menekan Presiden Sudan Umar al-Basyir, sekutu Iran, untuk ikut memerangi milisi Al-Hutiyun.

01 April 2015 04:47

Dari pusat komando operasi militer bersandi Badai Gila itulah Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bin Abdul Aziz as-Saud dan Wakil Putera Mahkota sekaligus Menteri Dalam Negeri Pangeran Muhammad bin Nayif mengawasi gempuran udara dilancarkan pasukan koalisi Arab dikomandoi negaranya.

Yaman merupakan pengalaman perang pertamanya. Di usianya baru 34 tahun, putra keenam Raja Salman bin Abdul Aziz dari sepuluh bersaudara ini memang miskin pengalaman militer.

Namun Pangeran Muhammad dikenal agresif sekaligus ambisius rupanya berhasil membujuk ayahnya buat memerintahkan serangan terhadap pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Dia bahkan bisa menekan Presiden Sudan Umar al-Basyir - sekutu Iran - untuk ikut bergabung dalam pasukan bersama Arab beranggotakan sepuluh negara itu.

Walau miskin pengalaman dalam militer, Pangeran Salman semasa kecil senang bermain perang-perangan, termasuk saat berada di pusat belanja.

Dia menjadi yang termuda dalam struktur jajaran pemegang keputusan di negara Dua Kota Suci itu. Meski begitu, dia mengikuti jejak pendahulunya, Pangeran Sultan bin Abdul Aziz, diangkat menjadi menteri pertahanan saat berumur 34 tahun. Dia kemudian ditunjuk menjadi Putera Mahkota sebelum digantikan oleh Pangeran Salman - kini menjadi raja - pada 2011.

Pengeran Muhammad dikenal sebagai penasihat terdekat ayahnya dalam satu dasawarsa terakhir. Predikatnya sebagai orang paling dipercaya oleh Raja Salman kian terbukti karena sekarang dia menjabat kepala protokoler istana, di mana dia berwenang mengatur siapa saja boleh menemui raja.

Dia memang cerdas. Semasa sekolah selalu masuk peringkat sepuluh besar. Dia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Raja Saud dan dia memperoleh ranking kedua di kelasnya.

Di tangan Pangeran Muhammad kemudi Perang Yaman diarahkan. Apakah hingga milisi Al-Hutiyun sokongan Iran menyerah atau dia bakal terus meski konflik dapat menyebar luas.

Kalau anak-anak muda seusianya cuma bisa bermain perang-perangan di video game, Pangeran Muhammad menjadi pengatur perang betulan.

Sulaiman ad-Duwasy, ulama Saudi ditahan dalam penjara di istana milik Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman sejak 22 April 2016. (Twitter)

Ulama Saudi hilang sejak April 2016 dipaksa berlutut di hadapan Bin Salman

Sulaiman ad-Duwasy ditangkap gegara cuitan dianggap menyindir Bin Salman. Dia mendekam dalam penjara di istana Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dengan binatang hasil buruannya. (Twitter)

Setelah luncurkan program tanam sepuluh miliar pohon, muncul foto Bin Salman dengan binatang hasil buruan

Perburuan itu bagian dari liburan keluarga Bin Salman, namun tidak disebutkan lokasi pelesiran keluarga Bin Salman itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman berambisi tanam sepuluh miliar pohon di Saudi

Saudi dan negara Arab lainnya berencana menanam 40 miliar pohon di seluruh Timur Tengah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap mantu Raja Abdullah atas tuduhan rencanakan kudeta

Sejak menjabat putera mahkota, Bin Salman getol menangkapi kerabatnya dianggap sangat berpengaruh dan bisa mengganjal ambisinya menuju singgasana. Keluarga mendiang Raja Fahad dan Raja Abdullah termasuk menjadi sasaran.





comments powered by Disqus