kabar

ISIS bakar bantuan makanan buat pengungsi

Mereka beralasan ayam goreng dalam kotak-kotak makanan itu tidak halal lantaran produk perusahaan Amerika.

05 April 2015 02:09

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah melansir foto-foto menunjukkan mereka telah membakar bantuan makanan bagi para pengungsi berupa ayam goreng, buah-buahan, dan sayuran dengan alasan tidak halal.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan 9,8 juta orang di Suriah membutuhkan bantuan makanan.

Anggota milisi Islam radikal ini Rabu lalu menghentikan dua truk mengangkut kotak-kotak makanan di sebuah pos pemeriksaan di Akhtarin, pinggiran Provinsi Aleppo, Suriah. Mereka lantas mengosongkan isi dua truk itu, menumpahkan ke bawah bukit lalu dibakar.

Bantuan makanan produk dari perusahaan asal Amerika Serikat, Koch Food, itu sejatinya sudah berlabel halal. Namun ISIS tidak yakin ayam-ayam ada dalam kotak makanan itu dipotong sesuai syariat Islam, yakni saat mau disembelih menghadap kiblat dan membaca takbir tiga kali.

Abu Muhammad Husam, pegiat dari organisasi Raqqah is Being Slaughtered Silently (RBSS), bilang pasokan makanan bagi pengungsi ini dilumatkan lantaran berasal dari Amerika. "ISIS mengatakan ayam-ayam itu tidak disembelih dengan cara Islam. Ayam-ayam ini mestinya untuk dibagikan kepada penduduk sipil," katanya.

Dia menjelaskan Hisba atau polisi syariah bentukan ISIS rutin menyetop kendaraan lewat pos pemeriksaan mereka. Kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini juga pernah membakar pasokan daging dengan alasan tidak layak dimakan.

Februari lalu ISIS mendompleng bantuan makanan dari Program Pangan Dunia (WFP). Mereka menutup logo WFP dan diganti dengan lambang ISIS. Mereka lantas membagi-bagikan makanan itu kepada kaum miskin sebagai zakat.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus