kabar

20 kilogram emas bagi penangkap atau pembunuh pentolan Al-Hutiyun

Hadiah sayembara dibikin Al-Qaidah.

09 April 2015 04:31

AQAP (Al-Qaidah di Semenanjung Arab) telah menawarkan hadiah 20 kilogram emas bagi siapa saja bisa menangkap atau membunuh Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun, bersama sekutunya mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Sayembara itu diumumkan lewat rekaman video dilansir media Al-Qaidah, seperti dikatakan kelompok pemantau SITE kemarin.

Pemberontak Syiah dengan sokongan pasukan loyalis Saleh telah menguasai Ibu Kota Sanaa sejak Januari lalu. Mereka melanjutkan serangan buat menguasai Kota Aden di selatan Yaman.

Karena sudah tidak mampu lagi menahan, presiden terguling Abdurabbu Mansyur Hadi, pekan lalu lari ke Arab Saudi, meminta bantuan Riyadh. Negeri Dua Kota Suci ini akhirnya memimpin pasukan koalisi Arab menggempur Al-Hutiyun sejak dua minggu lalu.

AQAP merupakan Al-Qaidah cabang Yaman tadinya dipimpin mendiang Anwar al-Aulaki. Mereka berhasil memanfaatkan konflik bersenjata antara Al-Hutiyun dan Arab Saudi dengan menyerang kota kecil Mukalla pekan lalu dan membebaskan seorang pentolan lokal Al-Qaidah.

Kelompok Al-Qaidah diduga pula menyerbu pos penjagaan di sebelah timur perbatasan Yaman-Arab Saudi.

Al-Qaidah juga bermusuhan dengan Al-Hutiyun. Mereka menganggap penganut Syiah Zaidiyah ini sesat.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Amerika peringatkan warganya untuk tidak kunjungi Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius.

Universitas Jazan di Arab  Saudi terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun pada 15 April 2021. (Twitter)

Kampus di Arab Saudi terbakar akibat serangan peluru kendali Al-Hutiyun

Hampir saban hari, Al-Hutiyun menargetkan lokasi strategis dan vital di Riyadh, Jeddah, Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Musyaith. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR