kabar

Aden tanpa makanan, air, dan listrik

Sebagian besar penduduk Aden sudah mengungsi ke kota lain.

08 Mei 2015 13:37

Pertempuran terus berkecamuk di Aden membikin situasi di bekas ibu kota Yaman Selatan ini kian memburuk. Pasukan pemerintah dibantu serangan udara koalisi dipimpin Arab Saudi berebut kuasa dengan pemberontak Al-Hutiyun di sana.

Sebab itu, kota terbesar kedua di Yaman sehabis Ibu Kota Sanaa itu mulai ditinggalkan sebagian besar penduduknya. "Di Aden sekarang tidak ada pasokan makanan, air bersih, dan listrik," kata Saleh bin Salim, warga Aden telah mengungsi, kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Saleh bersama orang tua dan dua abangnya telah sepuluh hari berlindung di sebuah desa di Mukalla, ibu kota provinsi Hadramaut, selatan Yaman. Mukalla berjarak sekitar delapan jam bermobil dari Aden.

Mereka tadinya tinggal sementara di kediaman kerabat di Distrik Buriqa, setelah meninggalkan rumah di Distrik Mualla, juga di Kota Aden.

Lelaki 24 tahun ini menjelaskan baku tembak berlangsung di hampir semua wilayah di Aden. Komunikasi lewat telepon seluler juga tidak lancar.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Keteteran hadapi serbuan Al-Hutiyun, Saudi tawarkan perdamaian

Selama enam tahun palagan itu, Saudi belum mampu mengusir Al-Hutiyun dari Sanaa. 

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Al-Hutiyun serang bandar udara di Jeddah sehingga berhenti beroperasi dua jam

Dalam sembilan hari terakhir, Al-Hutiyun menyerang bandar-bandar udara di Saudi. 

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Amerika hapus milisi Syiah sokongan Iran di Yaman dari daftar organisasi teroris

Trump memasukkan Al-Hutiyun ke dalam daftar organisasi teroris pada 19 Januari, sehari sebelum masa jabatannya rampung.

Bandar Udara Abha di selatan Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Serangan pengebom nirawak Al-Hutiyun ke Bandar Udara Abha sebabkan pesawat Saudi terbakar

Serbuan udara itu dilakukan empat pesawat pengebom nirawak.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tol layang Jakarta-Cikapek berganti nama jadi tol layang Syekh Muhammad bin Zayid

Selain menjadi nama jalan tol layang, Bin Zayid menjadi nama masjid raya di Solo, dibangun dengan biaya US$ 20 juta dari UEA.

11 April 2021

TERSOHOR