kabar

ISIS ganti seragam eksekusi

Tadinya oranye kini berwarna biru.

10 Mei 2015 15:44

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah mengganti warna seragam sandera mereka bakal dibunuh.

Dalam rekaman video terbaru terlihat sepuluh tawanan akan dieksekusi mengenakan seragam biru bukan lagi oranye. Dalam keadaan mata ditutup mereka disuruh berlutut dan masing-masing siap menunggu peluru menembus dari arah belakang kepala mereka.

Selama ini warna oranye dipakai ISIS terhadap para tawanan mereka sebagai simbol pembalasan atas ratusan tawanan kasus dugaan terorisme di kamp militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba. Para narapidana ini berseragam oranye.

Sejatinya ini bukan kali pertama kelompok bikinan Abu Musab al-Zarqawi itu memakaikan seragam biru terhadap sandera mereka. Ketika akan dieksekusi November tahun lalu, selusin tentara Suriah ditawan ISIS juga berseragam biru.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran bebaskan dua awak kapal asal Indonesia

Iran menahan kapal ikan Farsi bareng awaknya, termasuk Safik dan Solek, selama empat bulan karena izin operasionalnya bermasalah. 

27 Januari 2021

TERSOHOR