kabar

Siasat ISIS di negeri Kabah

ISIS merekrut orang lewat Internet untuk melaksanakan jihad di negara sendiri, tidak perlu ke Irak atau Suriah.

26 Mei 2015 23:54

Belum lama seorang pemuda Arab Saudi bernama Yazid Muhammad Abdurrahman Abu Nayyan memutuskan ingin berperang di Suriah. Amerika Serikat mendeportasi lelaki 23 tahun ini pada 2012 lantaran menolak berhenti mengisap rokok elektrik dalam pesawat. Selama di rumah dia merasa putus asa dan kehilangan arah. Dia lantas masuk milis jihadis. Dia berharap bisa dibantu agar dapat bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Karena catatan kejahatannya di Amerika, Abu Nayyan dilarang bepergian ke luar negeri oleh Arab Saudi. Jadi perlu melalui jalan berliku untuk menyelundupkan dia sampai Suriah. Namun sejumlah kontaknya di ISIS memiliki siasat lain.

"Dia diberitahu untuk tetap di Saudi dan melancarkan serangan di negara itu," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayor Jenderal Mansyur Sultan at-Turki dalam sebuah wawancara, beberapa hari setelah Abu Nayyan dibekuk dalam kasus penembakan pada 24 April lalu menewaskan dua polisi di Ibu Kota Riyadh. Polisi bilang Abu Nayyan melaksanakan operasi ini atas perintah orang ISIS.

Kasus mirip Abu Nayyan ini terus tumbuh di negara Kabah itu. Sekitar 2.500 warga Saudi telah pergi ke Suriah dan Irak untuk bertempur beberapa tahun belakangan, namun akhir tahun lalu Kementerian Dalam Negeri mulai mengendus modus baru.

ISIS kian agresif merekrut anggota baru lewat Internet, tapi mereka tidak perlu ke Suriah atau Irak. "ISIS sekarang menyampaikan pesan, 'Kami tidak mengharuskan kalian ke Irak atau Suriah. Tetaplah di tempat kalian dan laksanakan jihad di negara sendiri,'" kata Turki.

Serangan bunuh diri Jumat pekan lalu di Qatif, Provinsi Timur, Arab Saudi, membuktikan adanya pergeseran taktik ISIS. ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan menghantam masjid Imam Ali milik kaum Syiah.

Seperti Al-Qaidah, ISIS menganggap negeri Dua Kota Suci itu sebagai musuh lantaran bekerja sama dengan pihak Barat. Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini menilai Saudi layak diperangi lantaran gagal menekan rezim Syiah di Damaskus dan Baghdad.

Insiden di Qatif barangkali tindakan balasan atas partisipasi Saudi dalam pasukan koalisi anti-ISIS dipimpin Amerika Serikat. Saudi beberapa bulan terakhir menangkap hampir seratus orang terkait ISIS.

Ancaman itu sulit diperkirakan dan bahkan mustahil dihentikan. Serangan teror ini kerap dilakukan oleh satu atau dua orang berkoordinasi lewat Internet, tanpa pernah saling bertemu atau memiliki pengalaman berperang.

Kisah Abu Nayyan menggambarkan bagaimana ISIS beroperasi di Saudi. Pemuda ini menjadi radikal setelah kuliahnya di Amerika gagal dan tidak punya tujuan hidup setelah dipulangkan. ISIS menjanjikan masa depan bagi dirinya saat prospeknya sebagai lulusan SMA terbatas.

"Beberapa di antara mereka (teroris itu) adalah orang-orang ingin membuktikan diri mereka," ujar Khalid Ghannami, mantan ekstremis sudah sadar sepuluh tahun lalu. "Mereka memiliki sesuatu untuk dibuktikan, buat memperoleh penghargaan."

Persoalan sosial juga mendorong lahirnya teroris-teroris baru di Saudi. "Kami menemukan beberapa di antara mereka berasal dari keluarga bermasalah, bekas penjahat, dan pecandu narkotik," tutur Hamid Syaigi, profesor di Universitas Raja Saud. "Mereka ingin lari dari masalah sosial dan cara terbaik untuk itu adalah mati sebagai syuhada...Inilah taktik dilakoni Al-Qaidah dan kelompok teror lain."

Rekan Abu Nayyan, pemuda Saudi bernama Nawaf bin Syarif Samir al-Inizi, bukti lain dari kecenderungan ini. "Ayahnya menolak anak-anaknya, mereka tumbuh sendirian," kata seorang kerabat Inizi berusia 27 tahun. Inizi pun terlibat pergaulan bebas: bermain video game, mengisap syisya, dan menenggak minuman beralkohol.

Segalanya berubah setelah revolusi menyapu Timur Tengah empat tahun lalu. Dia terus mengikuti perkembangan itu lewat Internet. Setahun lalu dia berkemas dan pergi ke Suriah untuk bergabung dengan para pemberontak. "Setelah pulang, dia menjadi sangat antikeluarga kerajaan," ujar kerabatnya itu. "Dia bilang keluarga kerajaan Saudi membiarkan rakyat Suriah menderita."

Kasus Inizi dan Abu Nayyan menunjukkan kinerja ISIS dalam menyebar ideologi mereka di Internet berhasil. Orang-orang ingin bergabung bisa berkomunikasi dan mencari koneksi dengan jihadis ISIS di Irak dan Suriah lewat forum dan Twitter.

Inizi dan Abu Nayyan saling tidak kenal saat tiba waktu buat menyerang polisi di Riyadh. Keduanya mempunyai kontak masing-masing di Irak dan Suriah, memandu mereka tanpa pernah memperkenalkan kedua orang ini. Inizi ditugaskan menyetir mobil dan Abu Nayyan menembak.

"Abu Nayyan hanya tahu nama samaran Inizi, dia bahkan tidak tahu apakah Inizi orang Saudi atau bukan," tutur Turki. Ketika Abu Nayyan ingin senjata lebih baik, seseorang mengatur semuanya: fulus, amunisi, dan senjata. "Dia diperintahkan untuk menembak di sebuah lokasi."

Keduanya sudah berupaya melakukan sejumlah serangan teror sebelum akhirnya membunuh dua polisi di timur Riyadh saat berpatroli pagi. Abu Nayyan ditangkap di sebuah pertanian, berjarak hampir 129 kilometer dari Riyadh. Sedangkan Inizi masih buron.

Saudi pantas resah karena ISIS sudah tiba di negeri Kabah itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR