kabar

Wajib pelihara brewok di Mosul

Siapa melanggar diancam hukuman setahun penjara.

01 Juni 2015 10:06

Saban kali bercermin, kecemasan menyelimuti Laith Ahmad. Mulai hari ini ISIS mewajibkan seluruh lelaki dewasa di Mosul memelihara brewok.

Milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini sudah mensosialisasikan aturan ini beberapa pekan belakangan. Siapa melanggar diancam hukuman setahun penjara.

"Bulu-bulu di wajah saya lambat tumbuhnya untuk pemuda seumur saya," kata lelaki 18 tahun ini. Dia menolak menyebut nama aslinya dengan alasan keamanan. "Saya benar-benar takut karena mereka menerapkan aturan dengan kejam bagi siapa menentang atau tidak peduli."

Sejak mencaplok Mosul Ramadan tahun lalu, ISIS memberlakukan syariat Islam versi mereka. Hukum penggal bagi pembunuh, potong tangan untuk pencuri, dan rajam buat penzinah. Kelompok Islam brutal ini mengharamkan penampilan ala Barat, merokok, dan gaya rambut cepak.

Dari kota terbesar kedua di Irak itulah, Baghdadi mengumumkan dirinya sebagai khalifah dan terbentuknya khilafah islamiyah. Sebelum kedatangan ISIS, Mosul berpenduduk sekitar dua juta orang, namun kini kurang dari setengah juta karena banyak yang mengungsi.

Ahmad pantas khawatir lantaran dia bekerja di toko roti. "Saya harus keluar rumah tiap hari dan bertemu militan Dais," ujarnya. Dais adalah kepanjangan dari Daulah Islamiyah, nama lain ISIS dalam bahasa Arab.

Dalam selebaran itu ISIS menyatakan mencukur brewok haram hukumnya. Mereka mengklaim itu sesuai hadis Nabi Muhammad.

Nazim Ali, 30 tahun, juga bernasib serupa Ahmad. Sopir taksi ini tidak bisa menumbuhkan brewok atau kumis lantaran kulitnya wajahnya berjerawat. Dia sudah mengajukan surat keterangan dokter kepada polisi syariah ISIS. "Mereka tidak peduli...Salah satu dari mereka bilang saya lebih baik tinggal di rumah kalau bercukur," tuturnya.

Seorang guru mengaku bernama Ummu Muhammad menilai aturan pelihara brewok itu merupakan siasat ISIS menyamar di kalangan sipil.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.





comments powered by Disqus