kabar

Mahasiswi Saudi diusir dari bus kampus karena tidak bercadar

Padahal tidak ada kewajiban bercadar bagi mahasiswi di Arab Saudi.

04 Juni 2015 10:59

Seorang mahasiswi Universitas Puteri Nurah binti Abdurrahman, kampus khusus kaum hawa di Arab Saudi, dipaksa turun dari bus kampus lantaran tidak bercadar.

Dalam rekaman video diunggah di YouTube, menurut laporan surat kabar Al-Hayat, pengawas lelaki berteriak kepada sopir agar menghentikan bus kampus itu. Dia lalu meminta penyejuk udara dimatikan agar mahasiswi lain memberitahu nama dari keempat gadis tak bercadar itu.

Namun mereka menolak dengan alasan bercadar bukanlah kewajiban. Pengawas itu lalu mengancam akan melapor ke Menteri Pendidikan Azzam ad-Dakhil. Dia akan menuntut mahasiswi tidak bercadar itu diberhentikan dari kampus.

Salah satu dari mahasiswi itu bilang dia dan tiga temannya biasa tidak bercadar saat di dalam bus. Sebab tidak kelihatan dari luar. "Kami bahkan duduk di bangku paling belakang sehingga sopir pun tidak bisa melihat kami," katanya.

Pengawas itu melihat salah satu dari keempat gadis tak bercadar ini. Karena itulah dia berteriak dan menyuruh mahasiswi nahas itu turun dari bus. "Semua penumpang kaget banget dan saya ikut turun pindah ke bus lain," ujarnya.

Insiden ini berlangsung dalam perjalanan pulang dari kampus. Keempat gadis tak bercadar ini akhirnya turun dari bus dan menumpang bus lain.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen, Jakarta, 18 Januari 2021. (YouTube)

Menteri agama minta pemerintah prioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada calon jamaah haji

Gegara pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Menteri Yaqut: Belum ada kepastian soal pelaksanaan haji 2021

Gegaran pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu.

Dura Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo didampingi Sekretaris Pertama KBRI Teheran Fikri Fikriansyah bertemu lima warga Indonesia bekerja sebagai awak kapal Ruby. (KBRI Teheran buat Albalad.co)

Iran bebaskan lima awak kapal asal Indonesia dari penjara

Mereka dibebaskan Desember tahun lalu karena tidak terbukti terlibat penyelundupan minyak.





comments powered by Disqus