kabar

Amazon hentikan penjualan majalah terbitan ISIS

Edisi terbaru Dabiq bulan ini menampilkan sampul berjudul "Mereka bersiasat dan Allah berencana."

08 Juni 2015 09:27

Setelah menerima banyak kritikan, raksasa ritel online asal Amerika Serikat Amazon kemarin menghentikan penjualan majalah Dabiq terbitan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Situs berita the Daily Caller sehari sebelumnya melansir laporan soal penjualan Dabiq. Majalah bulanan ini bisa dipesan lewat Amazon di Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol dalam bentuk buku bersampul tipis. Versi online dari Dabiq bisa diunduh gratis di mana saja.

Dabiq merupakan bikinan dari departemen media ISIS bernama Al-Hayat Media Center. Al-Hayat juga bertanggung jawab memproduksi dan menyebarluaskan isi media, termasuk rekaman video penyembelihan tahanan ISIS.

ISIS memakai Dabiq dan media sosial untuk merekrut jihadis asing serta menyebar propaganda mereka.

Laman depan Amazon menampilkan pelbagai sampul depan majalah Dabiq terlihat manis dan mengkilap. Edisi terbaru bulan ini menampilkan sampul berjudul "Mereka bersiasat dan Allah berencana." Isinya membahas upaya negara-negara Arab Teluk dan Barat untuk menyerang kelompok ISIS.

Edisi ini juga menampilkan sebuah artikel membenarkan penggunaan budak seks oleh milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu. "Barangkali harga Michelle Obama di pasar budak seks tidak lebih dari sepertiga dinar dan sepertiga dinar terlalu mahal untuk dia."

Dabiq terbitan bulan lalu mengklaim ISIS sudah mampu membeli senjata nuklir dari sejumlah negara, seperti Pakistan. "ISIS memiliki miliaran dolar di bank, jadi mereka dapat memerintahkan para pejabatnya di Pakistan membeli senjata nuklir lewat pedagang senjata memiliki hubungan dengan para pejabat korup di kawasan itu," seperti ditulis dalam sebuah artikel.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR