kabar

Presiden Sudan tinggalkan Afrika Selatan

"Dunia menyokong Afrika Selatan memerangi apartheid tapi negara itu membela kekebalan hukum pembunuh massal orang Afrika," kata Direktur Human Rights Watch Kenneth Roth.

15 Juni 2015 23:55

Meski pengadilan di Kota Pretoria, Afrika Selatan, sudah melarang Presiden Sudan Umar al-Basyir meninggalkan negara itu, namun pemerintah kemarin mengizinkan lelaki 71 tahun ini kembali ke negaranya.

Dengan berjubah dan bersorban putih, dia terbang dari pangkalan udara Waterkloof di luar Pretoria pagi dan mendarat di Ibu Kota Khartum sorenya. Padahal Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon, Uni Eropa, dan Amerika Serikat sudah mendesak Afrika Selatan untuk menahan Basyir.

Basyir dituding melakukan kejahatan kemanusiaan selama Perang Darfur. ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) sudah mengeluarkan dua surat perintah penangkapan terhadap Basyir pada 2009 dan 2010, namun dia selalu mampu berkelit. Sebagai penandatangan Statuta Roma menjadi dasar hukum pembentukan ICC, Afrika Selatan mestinya wajib menahan Basyir.

Hakim Dunstan Mlambo dari Afrika Selatan mengkritik langkah pemerintah itu. "Kegagalan menangkap dan menahan Presiden Sudan Umar al-Basyir bertentangan dengan konstitusi Afrika Selatan," katanya.

Basyir berkunjung ke Afrika Selatan untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Afrika diketuai Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. Mugabe pernah menyerukan kepada seluruh pemimpin Afrika keluar dari ICC.

Dia menganggap ICC, bermarkas di Den Haag, Belanda, hanya menyasar para pemimpin politik di Benua Afrika dan gagal mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di wilayah lain.

Direktur Human Rights Watch Kenneth Roth menilai pemerintah Afrika Selatan telah memalukan ICC dan pengadilan negaranya sendiri karena membiarkan Basyir pergi. "Dunia menyokong Afrika Selatan memerangi apartheid tapi negara itu membela kekebalan hukum pembunuh massal orang Afrika," ujarnya lewat Twitter.

Menurut PBB, konflik bersenjata di Darfur menewaskan lebih dari 300 ribu orang dan memaksa dua juta lainnya mengungsi.

Akun palsu milik agen intelijen Iran untuk menjebak warga Israel agar mau bertemu. (Shin Beth)

Intel Iran pikat warga Israel menggunakan profil perempuan cantik di media sosial

Mossad dan Shin Beth keluarkan peringatan mengenai ancaman itu.

Tentara veteran Israel bernama Itzik Saidyan pada 12 April 2021 nekat membakar diri di depan kantor Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Dia trauma sehabis terlibat dalam Perang Gaza pada 2014. (Screenshot Channel 12)

Tentara veteran Israel bakar diri karena trauma sehabis ikut Perang Gaza

Itzik Saidyan terlibat dalam pertempuran di Syujaiiyah menewaskan 13 serdadu negara Zionis itu.

Kapal Hyprion Ray asal Israel meninggalkan Pelabuhan Koper di Slovenia pada Oktober 2020. (Screenshot YouTube)

Iran serang kapal Israel di perairan UEA

Hyperion Ray milik Ray Shipping, perusahaan sama yang kapalnya, MV Helios Ray, juga diserang akhir Februari lalu.

Peresmian pergantian nama Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang Syekh Muhammad bin Zayid pada 12 April 2021. (Humas Jasa Marga)

Pemerintah resmikan nama tol layang Syekh Muhammad bin Zayid

UEA juga nenjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, terutama di sektor infrastruktur.





comments powered by Disqus