kabar

Masjid di Makkah dilarang pakai pengeras suara luar saat tarawih

Para imam diminta untuk tidak absen selama bulan puasa kecuali untuk urusan mendesak.

16 Juni 2015 23:02

Kantor Kementerian Urusan Islam di Makkah, Arab Saudi, telah melarang masjid-masjid di kota suci itu menggunakan pengeras suara luar selama pelaksanaan salat tarawih.

Masjid hanya dibolehkan memakai pengeras suara luar bila tidak mengganggu masjid lain. Menurut Talal al-Aqail, juru bicara Kementerian Urusan Islam Arab Saudi, terdapat 45 masjid di seantero Makkah bakal menggelar salat tarawih selama Ramadan.

Dalam pernyataan tertulis baru-baru ini, Aqail melarang para imam menerima sumbangan untuk berbuka puasa kecuali sudah disetujui oleh Kementerian Urusan Islam. Makanan untuk berbuka pun mesti dibeli dari tempat bereputasi bagus dan berizin, juga sudah diperiksa oleh kementerian serta pengurus masjid.

Aqail menjelaskan pihaknya telah membikin rencana soal adanya laporan harian mengenai kegiatan para pengurus masjid. Informasi ini akan digunakan untuk memantau pemeliharaan tempat-tempat beribadah.

Para imam diminta untuk tidak absen selama bulan puasa kecuali untuk urusan mendesak. Bila memang terpaksa tidak bisa memimpin salat, harus ada orang menggantikan.

Kementerian Urusan Islam sudah memerintahkan seluruh masjid di negara Kabah ini dilengkapi karpet dan Al-Quran. Pihak kementerian juga sudah menugaskan orang-orang hapal Al-Quran untuk mengimami salat tarawih.

Seorang gadis di Kota Makkah bernyanyi rap di sebuah kedai kopi. Rekaman videonya menuai kritikan dan kecaman. (Screengrab)

Gadis Makkah bernyanyi rap hebohkan Arab Saudi

Banyak orang menilai rekaman video lagu rap itu menistakan status Makkah sebagai kota suci dan tidak menunjukkan kepribadian gadis Makkah.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Raja Fahad perintahkan penulisan benar dalam huruf Latin adalah Makkah

Media Barat kerap menulis dengan Mecca. Bahkan media-media di Indonesia juga beragam menulis: Mekah atau Mekkah.





comments powered by Disqus