kabar

Video penjahit Makkah ukur tubuh gadis picu kemarahan

Menurut hukum berlaku di Saudi, penjahit lelaki dilarang mengukur tubuh perempuan.

17 Juni 2015 08:31

Sebuah rekaman video diunggah di YouTube berisi seorang penjahit tengah mengukur tubuh seorang gadis dengan meteran membikin heboh Arab Saudi. Banyak pengguna media sosial di negara Kabah ini marah.

Penjahit itu adalah lelaki asal Asia. Dia dengan tenang dan bebas mengukur bagian-bagian tubuh sang gadis. Namun gadis itu tidak merasa sungkan. Ibunya pun menyaksikan kejadian ini juga tidak memprotes.

Peristiwa memicu kemarahan ini terjadi di sebuah toko jahit di Jalan Raja Fahad, Kota Makkah, namun tidak disebutkan kapan berlangsungnya. Para pengguna media sosial mendesak polisi menangkap penjahit dinilai telah bertindak kurang ajar itu.

Berdasarkan hukum berlaku di Saudi, penjahit lelaki dilarang mengukur tubuh perempuan bukan muhrim.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Jamaah umrah salat dengan menjaga jarak dan memakai masker di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, 2 November 2020. (Haramain Info)

Indonesia berencana bangun akomodasi buat jamaah haji di Makkah

Rencana pembangunan akomodasi ini sudah dibicarakan dalam pertemuan antara pihak Indonesia dengan Royal Commission for Makkah City (RCMC). Pertemuan itu berlangsung pada Desember tahun lalu di Kota Makkah.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Kejadian pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan vonis bebas 13 terdakwa kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Selang 13 hari, tabrakan arus jamaah di Mina menewaskan lebih dari dua ribu orang.





comments powered by Disqus