kabar

ISIS larang Wi-Fi di Raqqah

ISIS meminta jasa penyedia Internet mematikan layanan ini di rumah-rumah, termasuk tempat tinggal para pejuang ISIS.

20 Juli 2015 15:21

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah melarang penggunaan Wi-Fi (jaringan Internet nirkabel) di luar kafe-kafe Internet di seantero Kota Raqqah, Suriah.

Menurut kelompok aktivis Raqqah Is Being Slaughtered Silently, keputusan milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu membatasi akses Internet di tempat-tempat umum. Mereka juga meminta jasa penyedia Internet mematikan layanan ini di rumah-rumah, termasuk tempat tinggal para pejuang ISIS.

ISIS memberi waktu empat hari bagi para pemilik kedai Internet untuk melaksanakan aturan baru ini, kalau melanggar bakal dihukum.

Langkah ISIS ini untuk mencegah penduduk dan pegiat di Raqqah mendokumentasikan dan menyebarluaskan kekejaman dilakukan ISIS melalui Internet.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Kurdi tidak akan adili keluarga jihadis ISIS asing

"Yang akan diadili hanya jihadis lelaki dan sebagian kecil perempuan. Jumlah mereka seribuan orang," kata Robin Fleming.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Indonesia tidak akan pulangkan warganya menjadi anggota ISIS di Suriah

Terdapat 689 warga Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak berdasarkan data CIA.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Kurdi adili seribu jihadis ISIS asing mulai bulan depan

Vonis bagi anggota ISIS bervariasi mulai 1-20 tahun penjara, tergantung tingkat kesalahan mereka.

Polisi Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina di dalam Masjid Al-Aqsa, dalam bentrokan terjadi pada 26 Juni 2016. (Press TV)

Pemimpin ISIS serukan kepada pengikutnya serang Israel

"Fokus baru kita adalah memerangi Yahudi dan mengambil kembali apa yang telah mereka curi dari kaum muslim," ujar Abu Hamzah.





comments powered by Disqus